Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ADMINISTRATOR NASA Jim Bridenstine meyakini bahwa Pluto semestinya kembali berstatus planet dalam sistem tata surya. Hal itu disampaikannya saat Kongres Astronautika Internasional di Washington, AS, Jumat (25/10). Bridenstine meyakini hal itu karena adanya lautan terkubur, bulan, dan lapisan atmosfer di Pluto.
"Saya di sini untuk memberi tahu Anda, sebagai administrator NASA, saya percaya Pluto harus menjadi sebuah planet. Saya berkenan Pluto menjadi planet kesembilan, bagaimana dengan itu?" ujar Bridenstine. Sebelumnya pada 2006, Pluto kehilangan status planetnya dalam sistem tata surya. Ketika itu, International Astronomical Union menyebut Pluto hanya planet kerdil. (Foxnews/Uca/X-6)
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Wahana Voyager NASA mengungkap wilayah ekstrem di heliopause, batas Tata Surya dengan ruang antarbintang, dengan suhu mencapai 50.000 kelvin.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved