Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BAHASA Indonesia seharusnya menjadi prioritas dan bahasa asing sebagai pilihan. Namun, kenyataan saat ini justru terbalik sehingga membuat bahasa Indonesia makin tertinggal. Banyak warga asing yang membawa masuk bahasanya ke dalam negara berideologi Pancasila ini.
Konsekuensinya, bahasa asing kini menjadi sebuah gengsi tinggi di kalangan remaja. Sekolah-sekolah bahkan banyak yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, utamanya di sekolah-sekolah internasional.
"Itu sebabnya, bahasa Indonesia sudah diduakan oleh masyarakatnya sendiri. Orang tua justru bangga menyekolahkan anaknya di sekolah bahasa asing" ujar Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai dalam diskusi bertajuk Satu Dekade Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Lanskap Kebahasaan dan Kesastraan Terkini di Jakarta, Senin (21/10).
Fenomena lain yang ia kritisi ialah banyak lomba-lomba debat berbahasa Inggris yang diadakan dan diminati, tetapi lomba debat bahasa Indonesia sedikit dan sedikit pula peminatnya.
Padahal, kata Amzulian, bahasa Indonesia seharusnya menjadi bahasa nasional yang digunakan untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia seperti yang tercantum dalam ikrar Sumpah Pemuda.
"Minat anak-anak mempelajari bahasa asing memang bagus. Tetapi jika melupakan bahasa Indonesia, itu hal yang salah. Menduakan bahasa Indonesia dengan bahasa asing membuat miris hati. Anak milenial merasa lebih berkelas bila berbahasa Inggris daripada berbahasa Indonesia," sahutnya.
Ia menyampaikan, eksistensi bahasa Indonesia berakar dari sekolah. Sekolah ialah tempat anak-anak belajar. Rendahnya minat anak terhadap bahasa Indonesia tercipta karena kurang menariknya cara guru menyampaikan pelajaran bahasa Indonesia di sekolah.
"Jadi, solusi ke depan, guru-guru harus menemukan cara-cara baru yang relevan untuk mengajar bahasa Indonesia yang menarik," tukas Amzulian Rifai.
Guru sebagai panglima dalam Bahasa Indonesia, diharapkan mampu untuk menemukan cara yang menarik agar murid/mahasiswa menyukai bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga diharapkan mampu mempunyai gengsi yang sama dengan bahasa Inggris agar anak anak yang belajar bahasa Indonesia merasa bangga dengan bahasa negaranya sendiri.
"Anak-anak milenial harus secara pelan-pelan untuk dituntun dan dibiasakan berbahasa Indonesia. Membiasakan berbahasa Indonesia menjadi kunci," tegasnya.
Profesor Hukum Tata Negara itu juga mengkritik para pengambil kebijakan dalam undang-undang bahasa. "Peraturan perundangan harus diikuti tapi tidak bisa juga, karena tidak ada sanksi-sanksi," tutupnya. (*/H-2)
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Australia saat ini membutuhkan banyak guru Bahasa Indonesia.
BAHASA Indonesia ialah bahasa yang penuh mukjizat. Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu sebelum Indonesia merdeka.
bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai program studi di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Bahasa Indonesia resmi menjadi program studi ke-15 di Universitas Al Azhar, Mesir. Minat mahasiswa Mesir tinggi, mencapai 350 pendaftar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti tandatangani dokumen peresmian Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved