Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli, mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati terjadinya radikalisasi di lingkungan kampus, mengingat semakin menyebarnya paham radikalisme.
Menurut dia, di Jakarta, Senin (14/10), penangkapan seorang dosen salah satu perguruan tinggi yang menyembunyikan bom di rumahnya menjadi bukti penyebaran paham radikal terorisme tidak hanya menyasar kalangan mahasiswa, tetapi juga lingkungan dosen.
Artinya, infiltrasi paham dan jaringan kelompok radikal di kampus telah menyebar sedemikian masif yang menuntut upaya pencegahan secara komprehensif.
"Sekarang ini hampir semua elemen telah kena, polisi, TNI, dosen apalagi mahasiswa. Ini jangan sampai terjadi," katanya.
Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui BNPT ke beberapa kampus merupakan bagian dari progam kontra radikalisasi. Program di kampus dilaksanakan bukan untuk menghakimi kampus tertentu, tetapi upaya mencegah dan melibatkan sivitas akademika yang belum terpapar paham radikal agar menangkal penyebarannya di kampus.
Seperti yang dilakukan BNPT melalui FKPT Sulawesi Selatan (Sulsel) pada giat dialog 'Pelibatan Civitas Academika dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Sulawesi Selatan' di IAIN Palopo, Kamis (10/10) lalu.
Baca juga: Karya Film Mahasiswa Uhamka Raih Juara PPSF 2019
"IAIN Palopo tidak ada terorisme, namun kami menggelar acara di sini karena kami memang ingin mencegah, karena lebih baik mencegah daripada mengobati atau sebelum terjadi, karena ada seorang dosen yang tertangkap karena membuat bom," kata Hamli.
Oleh karena itu, menurut dia, seluruh insan kampus harus mengetahui beberapa pola dan modus yang dilakukan oleh kelompok radikal dalam menyebarkan paham dan merekrut anggota baru di lingkungan kampus. Pola-pola yang digunakan bisa sangat beragam, tetapi hampir memiliki modus yang sama di beberapa kampus.
Ada beberapa jalur yang biasa mereka manfaatkan sebagai metode perekrutan anggota baru semisal kajian kerohanian yang tertutup dan mentoring keagamaan yang ekslusif.
Modus yang lain mereka juga menawarkan tempat tinggal dan kos gratis dengan syarat mengikuti kajian mereka, mendampingi mahasiswa baru dan mengarahkan pada kelompok diskusi tertentu.
Seluruh pola dan modus di atas, menurut Hamli, harus diwaspadai di semua level kebijakan kampus baik rektorat, UKM, maupun mahasiswa. Pihak kampus harus segera menyadari bahwa keberadaan kelompok ini adalah nyata di beberapa kampus dan apabila tidak diberikan penanganan khusus bisa berkembang dengan leluasa. (OL-1)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Pada Februari 2025, jumlah perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun negeri, menurut BPS mencapai 2.937.
UNDIP dan UI bersama seluruh perguruan tinggi di Indonesia menyepakati pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia.
Para petani mendapatkan pelatihan pengoperasian dan perawatan traktor capung yang dirancang lebih hemat bahan bakar.
PERGURUAN Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) berupaya merealisasikan program pembangunan kampus terbaik dalam bidang Al-Qur’an sekaligus ilmu pengetahuan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zayyid Sulthan Rahman menegaskan mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi potensi manipulasi demokrasi.
Zakat bukan hanya urusan ibadah, tapi juga instrumen peradaban. Maka, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan keadilan sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved