Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH wirausahawan di Indonesia masih terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, pada 2018 jumlah wirausahawan di Indonesia baru sebanyak 3,1%.
Hal itu masih jauh tertinggal dibandingkan negara yang lebih maju yang jumlah wirausahawannya berkisar 14% dari jumlah penduduk.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama) AAGN Ari Dwipayana mengatakan di era revolusi industri 4.0, kewirausahaan yang berorientasi profit maupun kewirausahaan sosial mempunyai tantangan yang tidak ringan.
Pasalnya, dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa, sektor perekonomian membutuhkan pengusaha setidaknya 40 juta orang. Belum lagi soal inovasi dan tuntutan kebutuhan pekerjaan yang berkualitas.
“Tidak hanya entrepreneur, kita butuh high impact entrepreneur,” jelas Ari dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga : Pengusaha Siap Bantu Jokowi Cari Menteri Ekonomi yang Tepat
Hal tersebut, kata Ari, membutuhkan dedikasi sumber daya untuk fasilitasi pendampingan, supaya dapat membangun ekosistem yang dinamis dan komunitas entrepreneur yang produktif serta berdampak ke masyarakat luas.
Ari merasa bersyukur karena pemerintah Indonesia telah membuktikan komitmennya dalam penciptaan ekosistem kewirausahaan yang lebih kondusif, seperti mengadakan berbagai program termasuk pendampingan, mentorship, maupun dukungan, dan fasilitasi.
“Kementerian Perindustrian, misalnya, memiliki target spesifik untuk menambah 20.000 pengusaha baru pada akhir 2020,” ujar Ari yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Politik dan Pemerintahan itu.
Hal tersebut memerlukan sinergi dan konvergensi lintas sektor yang terkait, terutama untuk mewujudkan ekosistem kewirausahaan dan kewirausahaan sosial di Indonesia.
“SDM generasi muda dan kompetensinya harus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional,” tambah Ari.
Ari menilai penting bagi semua pihak untuk ikut merefleksikan kondisi dan kesiapan sektor kewirausahaan dan kewirausahaan sosial oleh para ahli dan praktisi yang mumpuni di bidangnya.
Hal tersebut mendorong PP Kagama bekerja sama dengan Pengda kagama Sumut menyelenggarakan Seminar dan Expo 2019 .
Berbagai agenda digelar mulai tanggal 3 -5 Oktober 2019, di Ballroom Hotel Adimulia Kota Medan: Pameran Milenial Fest Industri 4.0, Seminar Milenial Fest Industri 4.0, Kompetisi Startup dan Industri Kreatif serta Inovasi dan Penelitian Kampus, serta lomba PUBG dan Mobile Legends.
Ketua Pengda Kagama Sumut, Hamied Wijaya memaparkan sebanyak 100 booth telah mendaftar dan mengikuti pameran. Rinciannya industri kreatif sebanyak 23 booth, start-up sebanyak 33 booth, artificial intelegence/ robotic sebanyak 9 booth, dan inovasi kampus 35 booth.
Disamping itu juga diselenggarakan lomba-lomba, yakni lomba inovasi dan penelitian millenial diikuti 35 grup, start-up 20 grup, eSport 100 grup, dan fotografi diikuri oleh 30 grup..
Untuk seminarnya sendiri kata Hamid akan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama membahas Inovasi dan Disrupsi Industri 4.0; Sesi kedua tentang Smart City Menuju Industri 4.0; dan sesi ketiga tentang Kewirausahaan dan Kewirausahaan Sosial dalam Era Revolusi Industri 4.0.
“Seminar sesi pertama dan kedua dilaksanakan pada hari Kamis 3 Oktober 2019, sedang sesi ketiga dilaksanakan pada hari Jumat 4 Oktober 2019” kata Hamied.
Baca juga : Pegadaian Dorong Kreatifitas Anak Muda Melalui Kopi
Hamied berharap, melalui seminar tersebut dunia pendidikan khususnya kampus-kampus dapat mengedukasi anak-anak muda untuk dapat berperan aktif memanfaatkan dan menciptakan ide atau kreativitas di era revolusi industri 4.0.
Ia menilai, penyedia jasa teknologi startup dan inovasi mahasiswa atau kampus mempunyai peran penting dalam revolusi industri 4.0.
“Dalam kompetisi ini kami memberikan kesempatan kepada para pelaku start-up lokal dan industri kreatif, serta kampus untuk unjuk gigi. Kompetisi ini digelar seharian penuh, tanggal 04-05 Oktober,” ujarnya.
Seminar dan Expo 2019 ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Munas XIII KAGAMA yang diselenggarakan PP Kagama pada 14-17 November 2019 di Bali.
Pada MUNAS tersebut Presiden Joko Widodo, alumnus Fakultas Kehutanan UGM dijadwalkan hadir dan membuka Munas secara resmi. (RO/OL-7)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved