Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati mengatakan gerakan pilah sampah mampu mengurangi jumlah sampah impor ke dalam negeri. Seperti yang diketahui, Indonesia mengalami persoalan impor sampah salah satunya kertas untuk industri pengolahan.
Vivien membeberkan, sekitar 50% dari kebutuhan bahan baku industri pengolahan kertas masih berasal dari luar negeri. Diharapkan, dengan digalakkannya gerakan pilah sampah dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku dan memenuhi kebutuhan industri, sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Akibat Asap Karhutla, Penerbangan ke Sampit Terganggu
"Gerakan pilah sampah dari rumah diharapkan akan menjadi hulu untuk meningkatkan bahan baku kertas daur ulang dari dalam negeri. Dan asal hulunya dari rumah kita sendiri," ujar Vivien dalam acara Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (15/9).
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengolahan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Novrizal Tahar mengungkapkan dengan tersedianya bahan baku berupa sampah kertas dapat menghemat biaya sebesar Rp16 triliun per tahun.
"Industri kertas kita butuh 6 sampai 7 juta ton setahun. Harga sampah kertas Rp2,5 juta per ton, jadi nilai ekonominya dari sampah kertas aja bisa Rp16 triliun setahun, itu belum yang plastik, belum yang logam, belum yang karet, dan lainnya," terangnya.
Terkait kasus sampah impor, Vivien mengaku, pihaknya sudah melakukan reekspor pada sampah impor di Batam dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sedangkan terkait limbah impor yang ada di Tanjung Priok, pihaknya mengaku belum mendapat surat dari beacukai.
"Beacukai bilang mau direekspor, nanti mereka akan mengirimkan surat ke KLHK untuk cek bareng," tandasnya. (OL-6)
ORGANISASI Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal haram membuang sampah ke sungai.
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved