Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati menuturkan tim Dinas Kesehatan telah menyiagakan puskesmas 24 jam dan mendirikan pos kesehatan, mobilisasi tim kaji cepat, mendirikan rumah singgah, promosi kesehatan dan distribusi logistik kesehatan termasuk pembagian masker di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia mengatakan mobilisasi tenaga kesehatan juga telah dilakukan untuk mendampingi dinas kesehatan (dinkes). Tidak hanya itu, logistik kesehatan juga telah didistribusikan ke Dinkes Provinsi Riau, Jambi dan Kalimantan Tengah.
“Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) telah melakukan pengurukan kualitas udara di wilayah terdampak Karhutla. Selain itu promosi kesehatan terus dilakukan melalui laman Kementerian Kesehatan dan media sosial, dan mobilisasi medis kegawatdaruratan,” katan Widyawati, Sabtu (14/9).
Widyawati merinci logisitik kesehatan yang didistribusikan antara lain 1.269.320 masker dari Kementerian Kesehatan, 644.450 masker melalui Dinkes Provinsi Riau, 20 ribu masker dari Dinkes Provinsi Sumatra Selatan. Di Kalimantan Tengah telah didistribusikan 544.000 masker, 10.450 masker N95, 1.000 vial ventolin nebu yaitu obat untuk penyakit pada saluran pernapasan, 500 ribu amoxilin dan 3 tabung oksigen.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada menurunkan kualitas udara. Kualitas udara di Riau mencapai level berbahaya. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (13/9) pukul 07.00 WIB menunjukkan tingkat kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 353.
Baca juga: Satgas Kekeringan Babel Bagikan Ribuan Masker
Begitupun wilayah terdampak lain memiliki kualitas udara yang buruk, antara lain Jambi berada di level tidak sehat dengan ISPU mencapai 239, Sumatra Selatan berada di Level sangat tidak sehat dengan ISPU 287. Sementara Kalimantan Barat berada di level sedang dengan ISPU 129.
Buruknya kualitas udara di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengakibatkan banyak warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di Provinsi Riau, Kementerian Kesehatan mencatat jumlah warga terserang ISPA terbanyak ada di Kota Pekanbaru mencapai 9.512 orang. Di Jambi, jumlah tertinggi penderita ISPA ada di Kota Jambi 64.147 orang.
Adapun penderita ISPA di Sumatra Selatan tertinggi ada di Kota Palembang mencapai 106.550 orang, dan di Kalimantan Tengah korban terbanyak di Kota Palangkaraya mencapai 23.324.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved