Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERINGATI tahun baru 1441 Hijriah, yang jatuh pada Minggu (1/9), Mutiara Harapan Islamic School (MHIS) menggelar Islamic Fair 2019 pada 26-29 Agustus di Bintaro, Tangerang Selatan.
Mengangkat tema 'Celebrate the Learning, Share the Values', acara ini menampilkan ratusan karya dan pertunjukan seni, serta presentasi bernapaskan nilai-nilai islami dari 467 siswa.
Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa MHIS dari jenjang KB, TK, SD, SMP, SMA, hingga kelas pendidikan inklusi untuk anak berkebutuhan khusus. Selama tiga hari, setiap siswa membuat karya yang menggabungkan nilai keislaman dengan tren global, mulai dari lukisan kaligrafi, karya di atas tote bag, film pendek, hingga mendesain permainan mobile yang bisa diaplikasikan di Android.
Karya-karya tersebut kemudian dipamerkan pada hari terakhir, 29 Agustus 2019, dalam booth-booth unik bernuansa islami yang mengadaptasi situs-situs bersejarah Islam.
Rangkaian aktivitas dihadirkan dengan fondasi pendidikan berbasis Islam, yang terintegrasi kurikulum Cambridge International, serta menekankan prinsip multi-literasi dan joyful learning yang menjadi identitas MHIS.
Menurut data Cambridge International, hingga 2018, tercatat ada 218 sekolah berbasis Cambridge International di Indonesia. Namun, tidak banyak yang melandaskan nilai-nilai islami ke dalam praktik kurikulum internasional ini.
"Kami terus mengasah kemampuan siswa kami dengan keterampilan yang dibutuhkan pada persaingan global, seperti kreativitas, berpikiran kritis, serta kemampuan menyelesaikan masalah. Sehingga kami persiapkan mereka menjadi pemimpin , sekaligus menghadirkan generasi Muslim yang berpikiran maju, terbuka, dan inklusif," kata Jamaludin Badri, Kepala Sekolah Dasar MHIS melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (2/9).
Pada pameran ini ditampilkan mosaik lukisan anak-anak yang menggambarkan ilustrasi wajah Islam, seperti masjid dan Kakbah dengan apik di dinding sekolah. Sementara, murid-murid TK lain memamerkan karya kaligrafi islami dengan warna cerah dan medium ramah lingkungan.
Baca juga: Mensos Pastikan Peserta PBI Tetap 96,8 Juta Orang
Karya seni mozaik dan lukisan ini merupakan satu dari 46 karya seni siswa prasekolah dan TK berusia 2-5 tahun, mereka juga menampilkan lagu-lagu islami serta membacakan hadis dan doa sehari-hari.
"Lewat ilustrasi yang ceria atau lirik lagu yang menyenangkan, anak-anak usia dini semakin mudah menyelami berbagai istilah dan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari," ujar Firta, salah satu orangtua siswa prasekolah dan TK MHIS.
Sementara itu, sebanyak 310 siswa SD memamerkan cerita pendek Asmaul Husna, drama kisah Alquran, pembacaan hadis, kaligrafi Hijaiyah, serta mempraktikkan manasik umrah. Di hari terakhir, mereka memamerkan karya-karya seninya dalam sebuah booth bernuansa haji.
Tak mau kalah, 15 anak berkebutuhan khusus juga tampil bersalawat dengan lagu islami yang diaransemen dari lagu populer dunia. Kreativitas seni anak-anak ini juga diasah lewat kreasi tas jinjing yang dilukis dengan Asmaul Husna. Selanjutnya, mereka memamerkan karya-karya tersebut secara langsung dalam booth masing-masing.
Khusus pelajar SMP dan SMA, mereka memamerkan karya-karya bergaya milenial.
"Siswa-siswa SMP membuat proyek film pendek yang mengangkat tokoh ilmuwan muslim, dan trailer-nya ditampilkan di hari terakhir. Siswa SMA menciptakan game berbasis Android, yang juga dipamerkan di Game Corner pada hari terakhir," ujar Firman, guru pelajaran agama Islam untuk SMP dan SMA.
Jamaludin menambahkan, kreativitas siswa muncul melalui pengayaan seni dan praktik yang berakar pada Alquran dan hadis. Sehingga mereka tidak hanya pandai secara akademik juga mampu berinovasi yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat. (OL-1)
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved