Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi membuat pemerintah menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebagai solusi alternatif untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana, termasuk mitigasi bencana karhutla. TMC sebagai bentuk intervensi manusia pada pembentukan hujan untuk pertama kalinya dimanfaatkan pemerintah Indonesia pada 1997.
"Dengan intervensi, proses di dalam awan akan menjadi lebih efisien daripada proses berjalan secara alami, yaitu proses tumbukan dan penggabungan antara tetes awan dan partikel bahan semai yang telah berubah dari padatan menjadi cairan," jelas Perekayasa Ahli Utama di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), F Heru Widodo.
TMC dilakukan dengan menginjeksikan bahan semai (seeding agent) ke dalam awan. Pada lapisan tinggi, uap air pada udara yang lembap mengembun pada inti kondensasi menjadi tetes awan yang sangat kecil dan kumpulannya terlihat sebagai bentuk awan.
Secara alami, inti kondensasi banyak terdapat di atmosfer. Melalui proses di dalam awan dan didukung entrainment uap air yang terus-menerus dari lingkungan di bawah dasar awan, awan berkembang menjadi besar membentuk awan hujan dan kemudian menghasilkan hujan.
Menurut Heru, saat terjadi kebakaran hutan, atmosfer hanya mengandung sedikit uap air, sedangkan biomassa yang terbakar menyebabkan jumlah inti kondensasi di atmosfer sangat besar. Terjadi kompetisi perebutan uap air sehingga awan sulit terbentuk. "Kalaupun ada awan, awan ini tidak dapat berkembang besar sehingga sulit untuk terjadinya hujan," imbuhnya.
"TMC akan mengoptimalkan awan agar dipercepat menjadi hujan. Hanya hujan yang mampu membilas asap dan mengembalikan cuaca menjadi normal kembali," terangnya.
Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto menjelaskan, TMC yang berkembang di dunia ialah dengan penyemaian awan yang dilakukan di udara (menggunakan pesawat terbang) serta modifikasi yang dilakukan dari darat (dengan menggunakan generator pembangkit bahan semai). Penyemaian menggunakan pesawat udara dinilai lebih efektif.
"Bahan semai BBTMC BPPT saat ini masih didatangkan dari luar negeri, tapi BBTMC BPPT tetap melakukan penelitian bahan semai yang lebih efekftif digunakan di masa depan," jelas Tri Handoko. (Sru/H-3)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Melalui dua konsep Jetour T2 di IIMS, pihaknya ingin memaksimalkan fitur-fitur unggulan yang ada pada Jetour T2.
Dengan pendekatan yang cermat, modifikasi Variom 160 bisa memperkuat kenyamanan, performa, dan tentu saja, kebanggaan di jalanan.
Luxury Jet Van adalah sebuah desain interior eksklusif yang menawarkan pengalaman layaknya jet pribadi di dalam kabin Mercedes Sprinter.
Salah satu alasan dilakukannya modifikasi adalah agar titik penaikan dan penurunan penumpang di Kota Bogor berada di satu tempat.
Acara IMX Semarang 2025 antara lain IMX Raffle Pack, Auction, peluncuran produk Suzuki S-Presso GH Style, Talkshow dan Awarding Ceremony.
Banyak pecinta modifikasi tidak hanya mengubah jok dan tampilan warna kabin, tapi juga beberapa fungsi yang bermanfaat turut ditambahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved