Rabu 14 Agustus 2019, 20:31 WIB

Sinergitas Lintas Sektor untuk Atasi Tuberkulosis

Rosmery Sihombing | Humaniora
Sinergitas Lintas Sektor untuk Atasi Tuberkulosis

MI/Susanto
DR Sonia Wibisono

 

LAPORAN global tuberkulosis yang dipublikasikan World Health Organization (WHO) menegaskan tidak ada negara yang bebas dari penyakit menular ini.

Pada tahun 2017, diperkirakan 842.000 orang Indonesia jatuh sakit karena Mycobacterium Tuberculosis, diantaranya adalah 23.000 orang dengan TBC resisten obat. Ironisnya, sebanyak tujuh puluh lima persen dari orang yang sakit tuberkulosis di Indonesia adalah kelompok usia produktif. Situasi ini merupakan ancaman terhadap salah satu agenda rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024 yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Demikian pendapat Duta Tuberkulosis Indonesia, dr Sonia Wibisono dalam forum pertemuan pemangku kepentingan terkait ancaman Tuberculosis global yang berlangsung di Jakarta.

Lebih dari 100 pemimpin dunia usaha, kaum muda, aktor pembangunan lintas sektoral dan kesehatan serta Duta Besar manca negara berkumpul pada acara kemitraan untuk tuberkulosis (TBC) bertajuk “A Night in Unity” di Soehanna Hall, Menara Niaga, Sudirman, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut dr Sonia Wibisono, pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin dari berbagai sektor seperti Stop TB Partnership Indonesia bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan dukungan oleh Stop TB Partnership (global) ini berupaya meningkatkan perhatian publik bahwa TBC merupakan permasalahan bersama yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan politik.

Dr. Viorel Soltan selaku Ketua Tim untuk Dukungan dan Dampak bagi Negara dan Komunitas dari Stop TB Partnership mengatakan di tahun 2017, TBC resisten obat merenggut 230.000 jiwa dan hal ini menyebabkan kerugian ekonomi hingga 17.8 Miliar Dollar AS dalam setahun.

Urgensi permasalahan ini tertuang dalam deklarasi politis yang dihasilkan dari UN High Level Meeting on TB dengan tujuan mengakhiri TBC 2030. Kepemimpinan dan keberhasilan Indonesia mengatasi epidemi ini akan berkontribusi secara positif terhadap pencapaian upaya global dalam mengakhiri TBC.(OL-4)

Baca Juga

Dok  DPP GTKHNK 35+ Indonesia

Guru Honorer 35 Tahun Ke Atas Ingin Presiden Keluarkan Keppres PNS

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 05:14 WIB
Presiden diharapkan menerbitkan Keppres yang mengakomodir guru dan tenaga kependidikan honorer Non kategori usia tigapuluh lima tahun ke...
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Distribusi 1,8 Juta Dosis Vaksin untuk Nakes Tiba Hari Ini

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 28 Januari 2021, 04:30 WIB
Bambang menuturkan distribusi vaksin covid-19 bagi 900 ribu nakes telah berlangsung pada 21 hingga 27 Januari...
Antara

Sekjen MUI: Ulama Dapat Dilibatkan dalam Deteksi Dini Radikalisme

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 03:53 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Dr H Amirsyah Tambunan MA mengatakan ulama dapat dilibatkan dalam melakukan deteksi dini...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya