Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah sudah memasuki hari tanpa hujan (HTH) hingga 30 Juni. BMKG menyimpulkan bahwa sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terdapat potensi kekeringan meteorologis dengan kriteria panjang hingga ekstrem.
Deputi Bidang Klimatologi Herizal mengatakan dari hasil analisis teridentifikasi adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di sejumlah wilayah. Untuk kategori awas (telah mengalami HTH di atas 61 hari) dan prakiraan curah hujan rendah kurang 20 mm dalam 10 hari mendatang dengan peluang kurang 70% antara lain Jawa Barat meliputi Bekasi, Karawang, dan Indramayu. Kemudian Jawa Tengah terdapat di Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang, Semarang, dan Wonogiri, dan sebagian besar Jawa Timur
Sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta potensi kekeringan ada di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman. Kemudian di Kabupaten Buleleng, Bali juga terancam kekeringan jangka panjang. Adapun di Nusa Tenggara meliputi Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Timur, Kota Kupang, Lembata, Belu, Sumba Timur, Rote Ndao, Sikka, dan Lembata.
Untuk kategori siaga atau daerah yang telah mengalami HTH lebih 31 hari dan prakiraan curah hujan rendah kurang 20 mm dalam 10 hari dengan peluang kurang 70% di Jakarta Utara dan Banten. Selain itu, daerah yang masuk dalam kategori waspada atau telah mengalami HTH kurang dari 21 hari dan prakiraan curah hujan rendah kurang 20 mm dalam 10 hari dengan peluang kurang 70% antara lain Aceh Besar, Pidie kan Bireuen, Aceh, Merangin, Batanghari dan Bengkayang, Way Kanan, Lampung, Pulangpisau, Kalimantan Tengah, Bengkayang, Kalimantan Barat, Bantaeng, Selayar dan Tangkahan, Sulawesi Selatan
"Selain itu monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah. 37% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 63% wilayah masih mengalami musim hujan," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (4/7).
Menurut BMKG, wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Aceh bagian Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian Selatan, Maluku, dan Papua bagian Selatan.
"Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan," imbuhnya.
baca juga: Daerah Diminta Aktif Pasok Air Bersih
Potensi curah hujan tinggi diindikasikan terjadi di sejumlah wilayah antara lain siaga prakiraan Curah Hujan kurang dari 200 mm dalam 10 hari dengan peluang kurang 70%, di Morowali, Banggai, dan Tojounauna, Sulawesi Tengah, dan di Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat, Mimika, Jayawijaya, Nabire, dan Paniai, Papua.
BMKG mengimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah dan peningkatan potensi kebakaran. (OL-3)
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
BUKTI bahwa Planet Mars pernah memiliki air dalam jumlah besar terus bertambah. Mulai dari delta sungai, mineral hingga struktur permukaan yang menyerupai bentang alam di Bumi
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Dalam uji cobanya, para peneliti menempatkan sampel material penyerap dalam ruangan dengan tingkat kelembapan yang berbeda-beda.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
KEBERHASILAN Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor utama. Apa saja itu?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved