Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bekerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orang Utan Borneo (Yayasan BOS) melepasliarkan empat orang utan di Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur. Pelepasliaran diharapkan bisa menambah populasi orang utan di Kalimantan Timur.
Empat individu yang dilepasliarkan sebelumnya telah lama berada di pusat rehabilitasi Samboja Lestari. Empat individu orang utan tersebut terdiri dari tiga jantan yaitu Komo, 21, Gino, 14, dan Zakir, 15. Kemudian ada satu betina bernama Petak, 22.
Keempatnya diberangkatkan dari Samboja Lestari dan menempuh perjalanan selama sekitar 20 jam sampai ke Hutan Kehje Sewen di bagian utara Kaltim.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program reintroduksi orang utan Kalimantan Timur ke habitat alaminya. Kerja sama dengan banyak pemangku kepentingan seperti Yayasan BOS yang telah berhasil menyelamatkan dan mempertahankan populasi orang utan liar di Kalimantan Timur," kata Kepala BKSDA Kalimantan Timur Sunandar Trigunajasa, melalui keterangan pers yang diterima pada Sabtu (29/6).
Baca juga: Perlindungan Habitat Orang Utan Cegah Kepunahan
Hingga saat ini, imbuh Sunandar, pihaknya telah melepasliarkan 100 orang utan ke Hutan Kehje Sewen yang terletak di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Pelepasliaran keempat orang utan tersebut menjadi yang ke-18 terhitung sejak 2012 lalu.
"Sekarang total ada 101 individu orang utan di Hutan Kehje Sewen seluas 86.450 hektare yang status hutannya ialah konsesi restorasi ekosistem," ujarnya.
Lebih lanjut, Sunandar mengajak semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi satwa termasuk pelaku bisnis untuk aktif dalam konservasi orang utan.
Ia pun mengimbau semua pihak untuk menghentikan upaya memburu, menangkap, membunuh, atau memelihara hewan dilindungi seperti orang utan.
"Hewan ini berfungsi besar dalam ekosistem hutan. Kita harus lindungi hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya."
CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite menegaskan komitmen untuk menjaga dan memperbesar populasi orang utan liar di Kalimantan Timur. Pihaknya terus menjalankan proses rehabilitasi pada orang utan dengan tujuan mengembalikannya ke hutan alami. Saat ini jumlah orang utan yang masih direhabilitasi di Samboja Lestari berjumlah 140 individu.
"Kami juga sedang mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin pengelolaan konsesi restorasi ekosistem lainnya untuk memenuhi kebutuhan pelepasliaran orang utan di Kalimantan Timur," tuturnya. (OL-2)
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan memetakan perilaku ciuman sebagai sebuah sifat evolusioner dalam pohon keluarga primata.
Tiga individu Orangutan subspecies Pongo Pygmaeus Wurmbii diprapelepasliarkan di Pulau Bangamat untuk mengembangkan insting hidup liar di habitatnya.
Saat buah berlimpah, orangutan makan yang kaya karbohidrat, lemak, dan tetap menjaga asupan protein. Ketika buah langka, mereka beralih mengonsumsi daun, kulit kayu, dan sumber protein lain.
Aksi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan orangutan yang terancam sekaligus memperingati Hari Orangutan Sedunia setiap 19 Agustus.
Selain survei anggrek, tim juga mencatat data habitat dan kondisi lingkungan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat lokal tentang pentingnya pelestarian tumbuhan endemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved