Jumat 03 Mei 2019, 07:10 WIB

Sinergi Kemendikbud dan TNI-AD Layani Pendidikan di Perbatasan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Sinergi Kemendikbud dan TNI-AD Layani Pendidikan di Perbatasan

Dok. Kemendikbud
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersinergi dengan TNI

 

DIREKTORAT Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen GTK Kemendikbud) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) bersinergi melayani pendidikan dalam mencerdaskan anak bangsa dan melindungi anak bangsa.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Penguatan Kompetensi Pembelajaran di Kelas Prajurit TNI-AD di daerah perbatasan atau terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).

"Program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam pendidikan nasional guna mencerdaskan kehidupan bangsa yang sejalan dengan Nawa Cita membangun dari pinggiran untuk memperkuat daerah 3T," kata Dirjen GTK Kemendikbud, Supriano, pada peresmian Bimtek Penguatan Kompetensi Pembelajaran di Kelas, di Markas Komando Batalyon 600 Raider Balikpapan, Kalimantan Timur, Maret lalu.

Supriano menegaskan bahwa kerja sama itu bukan menjadikan tentara beralih fungsi sebagai guru, melainkan untuk memberikan bekal bagi prajurit TNI-AD yang berada di daerah perbatasan atau 3T guna membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang sekolahnya kekurangan guru.

"Pemerintah melalui Kemendikbud bertugas mencerdaskan anak bangsa, sedangkan TNI bertugas melindungi bangsa. Maka, bimtek ini merupakan sinergi guna  persiapan apabila terjadi kekurangan guru atau pamong di daerah 3T sehingga anak-anak kita di daerah perbatasan akan mendapatkan layanan pendidikan dari prajurit TNI-AD yang dilatih, untuk mengajar," cetus Supriano.

Program Bimtek ini merupakan pelaksanaan Nota Kesepahaman nomor 36/XII/NK/2017 dan nomor Kerma/45/XII/2017 tentang Perluasan dan Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan dan Kebudayaan pada 4 Desember 2017. Kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama pada 27 Februari 2019 antara Dirjen GTK Kemendikbud dan Aster KSAD tentang bimtek.

Perjanjian kerja sama bertujuan mengatur pelaksanaan penugasan personel TNI-AD sebagai pengajar pada satuan pendidikan di daerah 3T.

Adapun ruang lingkup kerja sama ialah penguatan kompetensi proses pembelajaran di kelas, program penguatan pendidikan karakter serta pemantauan dan evaluasi.

Melalui bimtek ini para personel TNI-AD dibekali lima kemampuan yang mencakup penguatan pendidikan karakter, bela negara, membaca menulis berhitung (calistung), kecakapan hidup, dan kepanduan.

Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Muhammad Qudrat Wisnu Aji, di kantornya, Jakarta, Selasa (30/4), mengatakan kondisi di perbatasan terkadang mengharuskan TNI turut ambil bagian menjadi tenaga pendidik. Selama ini para anggota TN yang terlibat mengisi kekosongan kelas memang belum mendapatkan pelatihan cara mengajar di kelas sehingga pemenuhan standar mengajar menjadi sangat penting agar kualitas anak didik di sekolah 3T setara. "Seandainya bila mereka dibutuhkan hadir di sekolah untuk mengisi kekosongan guru, mereka sudah punya ilmunya. Sifatnya hanya kalau ada kekosongan karena tugas mereka bukan mengajar," tukas Wisnu.

 

Apresiasi Kemendikbud

Sementara itu, Aster TNI KSAD Mayjen Bhakti Agus sangat mengapresiasi Kemendikbud yang telah memberi pembekalan bimtek guna menutupi kemungkinan kekurangan guru di jenjang PAUD, TK, SD-SMP, dan nonformal di wilayah perbatasan.

“Kami berterima kasih pada Kemendikbud yang juga mengerahkan personelnya untuk memberi bimtek bagi prajurit TNI-AD dalam mengisi materi pembelajaran guna menutupi kekosongan guru yang mungkin kosong di perbatasan," kata Bhakti Agus.

Dia berharap dan berpesan kepada prajurit yang dilatih dapat menyerap dan melakukan tugas dengan baik. "Bekal yang diberikan pada bimtek ini agar dapat diserap sebaik-baiknya guna bisa diterapkan nanti saat kalian mendapat tugas mengajar," tegasnya.

Bimtek ini dilaksanakan bersamaan di Batalyon 303 Raider, Garut, Jawa  Barat, dengan jumlah peserta setiap lokasi 450 orang sehingga peserta bimtek TNI-AD sebanyak 900 prajurit. Mereka ditempatkan untuk bersiap mengajar di Nunukan dan Malinau, Kalimantan Utara. ( Bay/Try/S2-25)

 

 

Baca Juga

MI/depi gunawan

Terjadi Peningkatan Aktivitas Gempa, 729 Kali dalam 20 Hari Pertama 2022

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 12:09 WIB
Jumlah tersebut menunjukkan aktivitas gempa di Indonesia mengalami peningkatan. Rata-rata, wilayah Indonesia hanya mengalami gempa sebanyak...
ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho

Kasus Covid-19 Tembus di Atas 2 Ribu, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 11:15 WIB
Apabila memang harus bepergian dan mengunjungi ruang publik yang berisiko bertemu banyak orang, protokol kesehatan sama sekali tidak boleh...
 ANTARA/ Novrian Arbi

Permendikbud 30/2021 Dinilai Tidak Mencerminkan Paradigma Keagamaan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 10:10 WIB
Tidak adanya pasal yang mengatur tentang hak terlapor yang terfitnah. Karena ini membuka peluang kasus terlapor sebagai playing victim dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya