Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 dilaporkan meninggal dunia pasca penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) serentak.
Faktor kelelahan, asupan makanan yang tidak memadai serta kurang istirahat yang rentan dialami para penyelenggara pemilu berpotensi memicu serangan jantung, terutama mereka yang sudah berusia lanjut dan punya gangguan kesehatan.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Ari Fahrial Syams SpPD mengatakan fenomena banyaknya petugas KPPS yang meninggal diduga akibat kelelahan juga pernah terjadi pada pemilu 2009 lalu.
Saat itu, pemilu legislatif dilaksanakan secara bersamaan di sejumlah daerah. Kejadian tersebut berulang pada pemilu 2019.
Menurut Prof. Ari, pemilu seperti itu bisa menimbulkan masalah kesehatan pada penyelenggara pemilu terutama petugas KPPS. Mereka harus bekerja siang dan malam mempersiapkan pemilu, tidak hanya pada hari pemungutan suara.
"Beban kerja yang berat, tekanan fisik, tingkat stress tinggi, dan makan tidak benar membuat jantung bekerja lebih keras," ujar Prof. Ari di Jakarta, Selasa (23/4).
Agar bisa bekerja dan tetap terjaga selama proses perhitungan suara, petugas KPPS, kata Prof. Ari mengonsumsi kopi. Kafein yang terkandung didalamnya, juga bisa menyebabkan jantung bekerja lebih keras, ditambah lagi kurang istirahat dan pola makan yang tidak teratur.
Di samping itu, jam bekerja normal seseorang maksimal 8 jam per hari, oleh karena itu melebihi 8 jam tidak disarankan.
Selain memicu human error (kesalahan), imbuhnya, pekerjaan yang terlampau panjang berisiko mengganggu kesehatan.
Kelelahan, kata Prof. Ari bisa berdampak buruk pada mereka yang berusia lanjut ataupun punya penyakit seperti hipertensi, diabetes dan lain-lain.
"Umumnya yang meninggal bukan usia muda. Secara fisik sudah ada permasalahan seperti sumbatan pada pembuluh darah itu bisa menyebabkan serangan jantung," imbuhnya.
Baca juga : KPU Serukan Salat Gaib untuk KPPS yang Meninggal Dunia
Menginat dampak dari pemilu serentak seperti itu, Ari mengimbau pada pemerintah dan DPR agar penyelenggaraan pemilu dievaluasi.
Apabila tidak memungkinkan, ia mengatakan sebaiknya petugas pemilu terutama tingkat KPPS diperbanyak jumlahnya sehingga mereka bisa bekerja secara shift (bergantian).
"Konsumsi makan dan minuman harus cukup dan pakai shift ada waktu istirahat jadi bergantian. Kelihatan pemilu dengan sistem serentak efektif tapi penyelenggara menjadi korban, memicu juga human error karena kelelahan," tukasnya.
Secara terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek turut angkat bicara soal banyaknya petugas KPPS yang meninggal pasca penyelenggaraan pemilu.
Menkes mengatakan kelelahan dan stress yang rentan dialami penyelenggara pemilu bisa menyebabkan naiknya tekanan darah yang berujung pada serangan jantung.
Oleh karena itu, ia menyarankan pemeriksaan kesehatan pada penyelenggara pemilu terutama mereka yang dituntut bekerja tidak kenal waktu, menurut Menkes sebaiknya dibuat sistem kerja bergantian untuk menghindari kelelahan. (OL-8)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Heri memberikan contoh pada kasus seperti Parigi Moutong, sebagai calon bupati dengan status mantan narapidana.
KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 28 petugas meninggal saat Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
ANGGOTA KPU DKI Jakarta Doddy Wijaya menegaskan pihaknya tak menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 28, Kelurahan Pinang Ranti, Jakarta Timur
KASUS pencoblosan 19 surat suara di TPS 28, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, oleh ketua KPPS diusut lewat dugaan tindak pidana pemilu oleh Bawaslu.
Lebih lanjut, Rahmat menambahkan bahwa sebanyak 30 orang pengawas mengalami sakit berat, 30 orang sakit ringan, 26 orang luka berat, dan 43 orang luka ringan.
Ketua KPPS diduga mengarahkan pemilih untuk mencoblos salah satu paslon. Kemudian, ditemukannya kotak suara yang tidak bersegel saat pleno di Kecamatan Bathin II Babeko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved