Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDANAAN menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi dalam program konservasi lingkungan. Untuk membantu mengatasi masalah itu, organisasi konservasi global The Nature Conservancy (TNC) menawarkan program Blue Bonds yang mencakup pendanaan konservasi laut.
Program global itu disampaikan pada konferensi filantropi dunia TED, di Vancouver, Kanada, baru-baru ini. Para donor menyatakan dukungan mereka. Negara-negara pantai atau kepulauan seperti Indonesia bisa memanfaatkan program tersebut.
"Inti dari program Blue Bonds ialah kesepakatan. Negara pantai atau kepulauan agar berkomitmen dalam melindungi setidaknya 30% dari wilayah lautnya yang dekat dengan pantai, termasuk terumbu karang, mangrove, tempat pemijahan ikan, dan habitat, serta spesies laut penting lainnya," terang CEO TNC, Mark Tercek, melalui keterangan tertulis, Minggu (21/4).
Sebagai gantinya, lanjut Tercek, TNC akan membantu merestrukturisasi sebagian dari utang negara yang mengarah pada tingkat bunga yang lebih rendah dan periode pembayaran yang lebih lama, juga mendukung upaya konservasi yang sedang berlangsung, seperti meningkatkan manajemen perikanan dan mengurangi polusi.
Baca Juga: Konservasi Hiu dan Pari Butuh Data Memadai
"Para ilmuwan TNC akan membantu membuat rencana tata ruang laut dengan masukan dari masyarakat setempat, termasuk asosiasi perikanan, bisnis pariwisata, dan pejabat pemerintah. Keterlibatan lokal sangat penting untuk memastikan bahwa rencana tersebut mendukung ekonomi lokal secara berkelanjutan sambil melindungi habitat."
Mengutip riset para ilmuwan, Tercek menyebutkan bahwa tanpa perbaikan pengelolaan, 90% terumbu karang akan punah. Kenaikan muka air laut dan badai yang semakin kuat mengancam 40% populasi di dunia.
"TNC telah bekerja dengan banyak negara, merancang kawasan perlindungan laut selama 30 tahun. Kami mencari cara untuk melindungi daratan dan perairan, lalu mendanai perlindungannya," pungkas Tercek. (Nik/H-3)
Penelitian terbaru mengungkap penyu Kemp’s ridley sangat sensitif terhadap suara frekuensi rendah. Kebisingan kapal di pesisir kini jadi ancaman serius.
Ilmuwan temukan fenomena Marine Darkwaves, yakni kegelapan mendadak di dasar laut yang merusak ekosistem kelp dan terumbu karang.
Peneliti ungkap rahasia paus Beluga di Teluk Bristol bertahan dari inbreeding. Ternyata, strategi "berbagi pasangan" jadi kunci kesehatan genetik mereka.
Penelitian terbaru mengungkap gunung-gunung bawah laut atau seamount menjadi pusat kumpulan hiu dan predator besar. Namun habitat unik ini terancam overfishing dan trawl dasar.
Ilmuwan mengembangkan teknologi pendeteksi hiu martil langka melalui DNA lingkungan (eDNA) tanpa perlu menangkap hewan.
Jaringan Muro Lembata bertujuan merangkul segenap pemangku kepentingan untuk bergerak dalam konservasi pesisir dan ekosistem laut berbasis kearifan lokal (Muro).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved