Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pengkaji pengusul gelar pahlawan nasional untuk Adipati Jepara abad ke-16, Ratu Kalinyamat, terus mengumpulkan bukti dan merumuskan argumen pendukung.
Koordinator Tim Pengkaji Ratno Lukito mengatakan sumber-sumber primer mengenai riwayat sang ratu dan kondisi Jepara masa lampau telah dikumpulkan.
Sumber catatan sejarah asli tersebut yakni buku Peregrinacao yang ditulis penjelajah Portugis, Fernao Mendes Pinto. Karya tersebut ditulis pada abad ke-16. Buku lainnya ialah Da Asia yang ditulis Diego de Couto dan Suma Oriental karya Tome Pires.
"Paling tidak kami sudah bisa buktikan Ratu Kalinyamat bukan mitos. Itu dibuktikan dengan buku sejarah para penulis luar. Sekarang bagaimana kita menyusun argumen dari bukti-bukti yang ada," kata Ratno yang juga Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu di Jakarta, Senin (15/4).
Ratno menyampaikan hal tersebut dalam diskusi kelompok terarah Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional yang digelar Research Center Media Group.
"Kita juga akan menyusun argumen mengenai signifikansi Ratu Kalinyamat dalam konteks kebangsaan. Ratu Kalinyamat turut membangun basis bagi fondasi kebangsaan kita. Ia merupakan pemimpin perempuan yang berjuang melawan Portugis. Jepara dipimpin ratu juga membangun wilayahnya menjadi poros maritim di Nusantara," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Jepara Dukung Penuh Usulan Pahlawan Ratu Kalinyamat
Sebelumnya, usulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan dua kali namun kandas. Proses pengajuan kembali saat ini digagas Yayasan Dharma Bakti Lestari. Hingga kini, naskah akademik pengusulan dengan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia masih terus disiapkan dan disempurnakan.
Ratno melanjutkan selain catatan sejarah, bukti lain yang akan diandalkan ialah keberadaan makam sang ratu di area Masjid Mantingan Jepara. Tantangannya ialah membuktikan artefak sejarah makam itu apakah benar-benar makam Ratu Kalinyamat. Menurut Ratno, kendala dalam pembuktian ialah karena tradisi dahulu makam tidak dituliskan namanya.
"Tetapi ada bukti pendukung lainnya bahwa ada nisan lain di sana yang terbukti merupakan makam Sultan Hadlirin yang merupakan suaminya. Kita libatkan arkeolog untuk membangun argumen ini," pungkasnya.(OL-5)
Gelar Pahlawan Nasional yang diterima kedua tokoh tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan mereka.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025 menetapkan dan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Bidang Perjuangan Bersenjata kepada Tuan Rondahaim Saragih pada 10 November 2025.
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Pemerintah Republik Indonesia kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh penting dari kalangan NU
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar syukuran atas anugerah gelar pahlawan nasional kepada K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsinah.
Berbagai langkah kreatif harus terus diupayakan dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki bangsa ini kepada generasi penerus.
Upaya untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat kepada generasi muda merupakan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama.
Gambaran sendratari Ratu Kalinyamat yang dibawakan merupakan bentuk penghormatan masyarakat Kabupaten Jepara atas semangat perjuangan Ratu Kalinyamat melawan bangsa Portugis.
CERITA ini dimulai dengan tingkah gadis kecil yang suka hal baru, selalu ingin tahu, kritis, dan cerdas. Sengaja tidak diperkenalkan nama gadis itu sedari awal.
GELAR Pahlawan Nasional untuk Ratu Kalinyamat merupakan buah dari kolaborasi kuat semua pihak yang berjuang tanpa lelah untuk mengangkat nilai-nilai perjuangan Ratu Jepara itu.
Sepak terjang Ratu Kalinyamat sebagai pejuang anti-kolonialisme harus menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved