Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI orang utan sumatra (Pongo abelii) Hope dengan 74 peluru senapan angin di tubuhnya kini membaik. Tujuh butir peluru dikeluarkan dari tubuhnya.
Setelah menjalani operasi tulang, Hope kini sudah bisa makan dan minum rutin serta banyak bergerak.
“Tangan kiri sudah banyak digunakan kembali. Hanya tinggal perawatan luka yang terkena benda tajam,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo dihubungi dari Jakarta, kemarin.
Hope bersama anaknya yang berumur satu bulan dievakuasi BKSDA Aceh dari kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (10/3). Dalam penyelamatan itu, anak Hope tidak bisa tertolong dan tewas karena kondisinya terlalu lemah.
Dua pekan setelah penyelamatan itu, baru tujuh peluru yang dikeluarkan dari tubuh Hope. Operasi lanjutan akan menunggu kondisinya lebih baik selama beberapa hari ke depan.
Dari peristiwa itu, BKSDA Aceh meminta masyarakat untuk tidak menggunakan senapan angin selain untuk kegiatan berburu. Pihaknya bersama Polda Aceh kini menggencarkan sosialisasi pelarangan tersebut.
Mengutip Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 masyarakat dilarang menggunakan senapan angin untuk berburu. Terkait dengan penanganan hukum kasus Hope, saat ini tengah ditangani Polda Aceh.
Baca Juga: Orang Utan Hope Jalani Operasi Tulang
Tertembaknya Hope dan kematian anaknya memunculkan petisi daring di laman change.org. Petisi itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo yang diminta untuk mengusut tuntas dan memberi tindakan tegas pada penembak Hope serta menertibkan penggunaan senjata angin.
Hingga Selasa (26/3) sore pukul 18.00 WIB, petisi ditandatangani lebih dari 58 ribu orang.
Dikutip dari Instagram, kemalangan Hope juga memunculkan aksi penggalangan dana bagi orang utan, seperti yang dilakukan aktris Nathalie Boltt, 45. (Dhk/H-3)
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Data sementara posko darurat Aceh mencatat 56.652 hektare sawah di 18 kabupaten dan kota rusak akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved