Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Membuka Jalan 3.500 Startup, Mungkinkah?

MI
20/3/2019 09:40
Membuka Jalan 3.500 Startup, Mungkinkah?
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin(ANTARA/Wahyu Putro A)

Membuka Jalan 3.500 Startup, Mungkinkah?

UCAPAN calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin soal 'infrastruktur langit' dalam debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada Minggu (17/3), masih terus diperbincangkan.

Istilah 'infrastruktur langit' bahkan menjadi trending topic di lini masa Twitter dengan tagar #InfrastrukturLangitnyaKyai.

Sebagian besar warganet menyambut positif gagasan Ma'ruf dan tak sabar menunggu realisasinya.

"Tol langit, infrastruktur digital akan menjadi tulang punggung (backbone) di dunia komunikasi dan pengaksesan data, ada satelit yang juga salah satunya, yaitu PALAPA RING! Kaum yang menertawakan bisa kualat loh," cicit akun @Khoirul51621108, kemarin.

Yang dimaksud Ma'ruf dengan infrastruktur langit ialah keberadaan satelit Palapa Ring yang bertujuan untuk menopang dan mendorong program digital di Tanah Air, termasuk keberadaan startup.

Selama 5 tahun terakhir, imbuhnya, Indonesia bisa memunculkan 1.000 startup. Padahal di Iran, untuk memunculkan 1.000 itu butuh waktu 10 tahun. "Karena itu, kami estimasi bisa menumbuhkan 3.500 startup dalam 5 tahun sehingga membuka lapangan kerja," seru Ma'ruf lagi.

Baca Juga : Ma'ruf Amin Sebut Infrastruktur Langit

Mungkinkan itu tercapai? Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan, itu sangat mungkin terjadi.

Indonesia, kata Nasir, hanya memiliki 15 startup pada 2014, di awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Kini jumlah startup melonjak menjadi sekitar 1.300 mulai dari skala kecil, sedang, hingga besar.

"Kita 5 tahun 1.300 startup, sedangkan Iran 10 tahun cuma 1.000 startup. Artinya kita apa? Kita unggul," seru Nasir saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Senin (18/3).

Jalan menuju 3.500 startup itu bahkan sudah separuhnya tercapai jika merujuk pada data terbaru dari situs registrasi perusahaan rintisan startupranking.com yang diakses Media Indonesia, tadi malam.

Indonesia disebutkan telah memiliki 2.079 perusahaan rintisan dan menempati posisi ke-5 di dunia, setelah Kanada (2.487), Inggris (4.905), India (6.184), dan Amerika Serikat (46.615). (DD/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : PKL
Berita Lainnya