Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) siap mencetak pengusaha muda andal dalam berbagai bidang melalui startup yang diluncurkan di Pusat Pengembangan Usaha Bisnis UNS, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (6/3).
Peluncuran ditandai pemotongan tumpeng oleh Wakil Rektor IV Widodo Muktiyo dan disaksikan Ketua Badan Pengelola Usaha (BPU) Eddy Triharyanto dan jajarannya serta para pelaku startup.
Dalam laporannya, Eddy menyebutkan program perusahaan rintisan ini untuk tahap awal diikuti 15 pelaku usaha di lingkungan UNS. Bidang yang mereka geluti beragam, mulai dari kuliner, pakaian, hingga kerajinan kayu.
Eddy menjelaskan, startup merupakan salah satu upaya UNS untuk mendorong para mahasiswa agar setelah lulus tidak lagi berorientasi menjadi pekerja tetapi menjadi pencipta lapangan kerja.
"Setelah dari sini diharapkan mereka dapat mengembangkan usaha mereka di luar dengan skala yang lebih besar lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Baca juga: Universitas Sahid Kunjungi Perusahaan Peduli Sampah di Purwakarta
Startup merupakan kelanjutan dari program mahasiswa wirausaha yang dijalankan UNS selama beberapa tahun terakhir. Eddy menyebutkan, setiap tahun ada 80-100 mahasiswa yang mengikuti program tersebut.
Dari jumlah itu, setidaknya 30-40 orang berhasil menjadi pengusaha. Kalau 40 orang itu masing-masing mampu mempekerjakan 5 orang saja, berarti ada 200 tenaga kerja yang bisa diserap. Jumlah yang lumayan untuk membantu Pemerintah mengurangi angka pengangguran.
Widodo Muktiyo mengapresiasi upaya yang dilakukan Eddy dan BPO itu. Menurutnya, ini terobosan penting untuk menyiapkan UNS menjadi perguruan tinggi bereputasi dalam tataran nasional dan internasional.
"Ini jadi teaching factory dengan UNS tampil dengan wajah berbeda. UNS ke depan tidak boleh lagi tampil dengan wajah lugu, tapi harus kreatif dan inovatif," tegasnya.
Widodo mengingatkan, agar startup ini berhasil, BPU harus melakukan pembinaan terhadap para pelaku. Dia menegaskan, memulai usaha memang sulit, tetapi mempertahankan dan mengembangkannya jauh lebih sulit.
"Nuansa bisnis harus betul-betul dibangun," katanya. (OL-2)
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Diskusi berfokus pada bagaimana Indonesia dan Australia dapat memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved