Rabu 16 Januari 2019, 20:35 WIB

Terlalu Sering Makanan Cepat Saji Sebabkan Obesitas

Antara | Humaniora
Terlalu Sering Makanan Cepat Saji Sebabkan Obesitas

Ilustrasi

 

DIREKTUR Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Doddy Izwardy mengatakan  terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan dengan kadar gula, garam, dan lemak tinggi merupakan faktor yang sangat memengaruhi kondisi kelebihan berat badan atau obesitas.

Doddy mengatakan di Jakarta, Rabu (16/1), pola konsumsi masyarakat terhadap makanan cepat saji dan olahan dengan kadar gula, garam dan lemak  (GGL) tinggi merupakan tantangan dalam pengendalian obesitas. "Tantangan terberat yang kita hadapi adalah makanan olahan yang begitu masif, itu yang tidak bisa kita hadapi," kata Doddy.

Menurut Doddy, saat ini di Indonesia masih lemah dalam hal acuan label pangan yang menginformasikan kandungan GGL tinggi tersebut. Seharusnya, kata Doddy, pola konsumsi masyarakat disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan pedoman gizi seimbang.

Baca juga: Kasus Titi Wati, Ini Saran Dokter Hadapi Obesitas

Masyarakat juga dianjurkan untuk membaca label kandungan gizi di setiap makanan olahan saat membelinya agar bisa memahami sebatas mana yang harus dikonsumsi.

"PP-nya sedang diinisiasi oleh BPOM, kami minta BPOM untuk hati-hati dalam memberikan promosi terhadap makanan-makanan yang tidak bergizi baik, bukan tidak sehat tapi tidak bergizi baik," kata Doddy.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono sebelumnya mengatakan Kemenkes telah mengkomunikasikan hal terkait pelabelan pada makanan dengan kadar GGL tinggi.

Namun, pembahasan tersebut yang berkaitan dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, belum membuahkan hasil dalam pelabelan tersebut.

Kemenkes memberikan usul untuk melabeli makanan dengan kadar GGL tinggi dengan logo merah agar masyarakat sendiri, khususnya penderita penyakit hipertensi dan diabetes, bisa menghindari makanan olahan tinggi gula garam dan lemak.

Doddy menegaskan bahwa kasus obesitas ini erat kaitannya dengan kasus penyakit tidak menular yang juga jumlahnya semakin meningkat di Indonesia dari tahun ke tahun. (OL-7).

Baca Juga

hopkinsmedicine.org

Indonesia Perlu Kuasai Platform Pengembangan Vaksin Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 22:45 WIB
Menurut Bambang, kemandirian tentang vaksin apapun, termasuk vaksin Covid-19 menjadi penting jika dikaitkan dengan kebutuhan untuk 270 juta...
Ist

Tips Jaga Kesehatan Kulit Wajah secara Hemat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 22:40 WIB
Minum air putih dapat membantu tubuh mengeluarkan semua racun lebih efisien dan membuat kulit akan terlihat fresh dan...
BMKG

Siklon Tropis 94W Mengancam, BNPB Peringatkan 30 Gubernur

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 13 April 2021, 22:20 WIB
BNPB meminta gubernur di 30 provinsi untuk mewaspadai dampak potensi bibit siklon tropis 94W di Samudra Pasifik dari Timur Laut...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya