Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Buntut Kontroversi Kanye West, Pepsi dan Diageo Mundur dari Sponsor Wireless Festival

Thalatie K Yani
06/4/2026 06:33
Buntut Kontroversi Kanye West, Pepsi dan Diageo Mundur dari Sponsor Wireless Festival
Kanye West(AFP)

RAKSASA minuman dunia, Pepsi, resmi mengumumkan penarikan diri sebagai sponsor utama Wireless Festival di London musim panas ini. Langkah tegas ini diambil menyusul pengumuman rapper asal Amerika Serikat, Kanye West, yang kini dikenal sebagai Ye, akan menjadi penampil utama (headliner) dalam acara tiga hari tersebut.

Keputusan Pepsi diikuti raksasa minuman lainnya, Diageo. Perusahaan yang membawahi merek wiski Johnnie Walker dan rum Captain Morgan ini menyatakan telah menarik dukungan mereka "untuk saat ini".

"Kami telah menginformasikan kekhawatiran kami kepada penyelenggara. Untuk saat ini, Diageo tidak akan mensponsori festival Wireless 2026," ungkap juru bicara Diageo.

Kecaman dari Pemerintah Inggris

Kehadiran West di festival tersebut memicu reaksi keras dari para pemimpin politik Inggris. Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyebut penunjukan West sangat memprihatinkan, mengingat rekam jejak sang rapper terkait komentar antisemit dan pemujaan terhadap Nazisme.

"Antisemitisme dalam bentuk apa pun adalah hal yang menjijikkan dan harus dihadapi dengan tegas di mana pun ia muncul," tegas PM Starmer. Ia menambahkan setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan Inggris menjadi tempat yang aman bagi warga Yahudi.

Senada dengan itu, pemimpin Liberal Demokrat Sir Ed Davey mendesak pemerintah untuk melarang West memasuki Inggris. Sementara itu, pemimpin Konservatif Kemi Badenoch menekankan pentingnya untuk tidak memberikan panggung bagi sosok yang melontarkan pernyataan kebencian.

Rekam Jejak Kontroversial Ye

Kanye West, 48 tahun, dijadwalkan tampil selama tiga hari berturut-turut pada Juli mendatang di London Utara. Namun, sejarah perilakunya terus membayangi. Pada tahun lalu, ia dilarang masuk ke Australia setelah merilis lagu berjudul "Heil Hitler". West juga pernah memicu kemarahan publik setelah mengunggah simbol yang menggabungkan swastika dengan Bintang Daud di media sosial.

Meski demikian, West sempat merilis permintaan maaf satu halaman penuh di Wall Street Journal pada Januari lalu. Ia berdalih bahwa tindakan masa lalunya dipengaruhi oleh gangguan bipolar yang dideritanya.

"Saya bukan seorang Nazi atau antisemit. Saya menyesal dan sangat malu atas tindakan saya dalam kondisi tersebut," tulis West saat itu.

Respon Penyelenggara dan Otoritas London

Hingga Minggu malam, situs resmi Wireless Festival mulai menghapus detail kemitraan dengan sponsor-sponsor besar tersebut. Meskipun festival ini dipasarkan sebagai perjalanan melalui rekam jejak ikonik West, banyak pihak merasa kehadirannya tidak sejalan dengan nilai-nilai inklusivitas.

Juru bicara Walikota London, Sir Sadiq Khan, menyatakan bahwa keputusan mengundang West sepenuhnya berada di tangan penyelenggara, bukan Balai Kota. "Kami tegaskan bahwa komentar dan tindakan masa lalu artis ini menyinggung dan salah, serta sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai London," ujarnya.

Pihak penyelenggara, Festival Republic, maupun perwakilan West belum memberikan komentar resmi terkait penarikan massal dukungan sponsor ini. Jika tetap terlaksana, ini akan menjadi penampilan pertama West di Inggris sejak menjadi penampil utama di Glastonbury pada 2015. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya