Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Rosamund Pike Sebut Film Doom sebagai Malapetaka yang Nyaris Menghancurkan Kariernya

Nadhira Izzati A
15/3/2026 17:55
Rosamund Pike Sebut Film Doom sebagai Malapetaka yang Nyaris Menghancurkan Kariernya
Aktris Rosamund Pike di film Doom.(Dok. Universal/Courtesy Everett Collection)

AKTRIS papan atas Rosamund Pike baru-baru ini merefleksikan salah satu titik terendah dalam perjalanan profesionalnya, yakni keterlibatannya dalam film Doom, yang diadaptasi video game tahun 2005.

Dalam sebuah episode di podcast How to Fail with Elizabeth Day, Pike secara terbuka menyebut film fiksi ilmiah tersebut sebagai sebuah malapetaka besar yang hampir saja mengakhiri masa depannya di industri perfilman Hollywood. Sebelum terlibat dalam proyek tersebut, Pike baru saja meraih kesuksesan lewat film James Bond Die Another Day dan sedang menjalani proses syuting Pride & Prejudice.

Pike mengenang momen saat ia mendapatkan tawaran tersebut di tengah suasana syuting film klasik yang jauh berbeda. Ia bercerita, "Ketika saya sedang membuat Pride & Prejudice dan sedang bersenang-senang di ladang jagung dengan topi bonnet saya, saya mendapat telepon untuk ikut dalam sebuah waralaba aksi. Mereka sedang membuat versi layar lebar, versi naratif dari video game Doom. Dan saya berpikir di dalam topi bonnet saya, di ladang jerami saya, 'Ya, saya bisa melakukan apa saja. Saya bisa melompat di atas tumpukan jerami ini dengan rok crinoline saya, jadi saya pasti bisa pergi dan membunuh beberapa zombie di Mars.'"

Namun, optimisme tersebut segera berubah begitu ia tiba di lokasi syuting bersama Dwayne "The Rock" Johnson dan Karl Urban. Pike merasa sangat tidak selaras dengan atmosfer film aksi yang maskulin. 

"Tiba-tiba saya berada di film ini bersama The Rock, dan saya menyadari betapa saya sama sekali tidak memiliki perlengkapan yang cukup untuk menjadi seorang bintang aksi. Ada pria-pria macho. Ada beban-beban olahraga di lokasi syuting. Setiap kali sebuah senjata dikeluarkan, itu sudah seperti relik suci bagi para penggemar Doom. Saya benar-benar keluar dari zona nyaman saya, di luar liga saya, dan di luar jangkauan saya," ungkapnya.

Ketidaknyamanan Pike di lokasi syuting ternyata sejalan dengan hasil akhir film Doom tersebut. Doom gagal total di pasaran dengan pendapatan yang sangat rendah dan mendapat kecaman dari para kritikus, yang tercermin dari skor rendah di berbagai situs ulasan film. Pike menyadari betapa berbahayanya posisi kariernya saat itu setelah melihat hasil akhirnya. 

"Itu adalah kegagalan total. Maksud saya, itu mungkin bisa saja mengakhiri karier saya. Itu mungkin merupakan salah satu film terburuk yang pernah dibuat. Maksud saya, itu adalah sebuah bencana. Saya tidak membaca ulasan-ulasannya, tetapi Anda mendapatkan perasaan bahwa Anda beruntung bisa selamat dari film itu."

Meskipun film Doom dianggap sebagai 'noda' dalam portofolionya, Rosamund Pike berhasil bangkit dan membuktikan kualitas aktingnya melalui berbagai peran ikonik lainnya di masa depan. 

Meski sempat merasa tidak cocok dengan genre aksi, Pike belakangan ini kembali mencoba genre tersebut lewat serial The Wheel of Time, menunjukkan bahwa ia telah berhasil melewati masa sulit yang hampir menenggelamkan namanya dua dekade silam.

(Variety, Gizmodo/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya