Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses mencuri perhatian di Sundance Film Festival 2026, film Para Perasuk karya sutradara Wregas Bhanuteja yang dibintangi Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun, kini bersiap menyapa penonton Indonesia pada 23 April 2026 mendatang. Menariknya, Wregas tidak hanya membawa sebuah karya sinematik ke layar lebar.
Wregas mengungkapkan bahwa mereka juga telah menyiapkan sebuah karya literatur unik yang berfungsi sebagai pelengkap semesta film tersebut, yakni sebuah buku saku khusus yang diterbitkan langsung dari sudut pandang warga Desa Latas.
Wregas menjelaskan bahwa buku ini bukanlah buku skenario atau sekadar buku konsep film biasa, melainkan sebuah panduan mendalam mengenai tradisi dan mitologi yang ada di dalam ceritanya. Ia memberikan gambaran bahwa proyek ini memiliki semangat yang serupa dengan buku panduan makhluk ajaib dalam semesta populer lainnya.
"Jadi, kalau teman-teman pernah melihat Harry Potter, Fantastic Beasts and Where to Find Them, itu kan isinya, oh binatang-binatang aneh di dunianya Harry Potter itu ada apa aja sih. Ada naga, ada phoenix, gitu-gitu kan. Ini juga sama," ujar Wregas menjelaskan konsep di balik buku tersebut dalam press junket di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Senin (9/3).
Buku yang diberi judul Buku Saku Pesta Sambetan untuk Para Perasuk ini diposisikan sebagai terbitan resmi dari Sanggar Pusat Guru Asri di Desa Latas. Isinya mencakup berbagai instruksi dan persyaratan bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam ritual mistis tersebut.
Buku ini akan mengupas tuntas peran seorang 'pelamun', yaitu sebutan bagi warga yang dirasuki oleh roh binatang. "Pelamun adalah warga atau orang yang mau disambetin pakai roh binatang. Syarat jadi pelamun? Siapapun bisa jadi pelamun. Biasanya puasa sehari sebelum sambutan bisa membantu mempercepat kesambet, gitu," tambahnya.
Tak hanya berisi syarat menjadi pelamun, buku ini juga berfungsi sebagai ensiklopedia 20 roh-roh binatang yang menjadi inti dari cerita Para Perasuk. Wregas memaparkan bahwa setiap roh memiliki karakteristik, deskripsi alam sambetan, hingga cara unik untuk mendapatkannya yang menyerupai ritual pertapaan.
Sebagai contoh, ia menjelaskan instruksi spesifik untuk mendapatkan roh kancil yang mengharuskan seseorang melakukan segala aktivitas dengan sangat lambat.
"Perasuk mesti gerak pelan banget. Jalan pelan, makan pelan, mandi pelan. Cuma boleh makan sayur mentah. Kalau gerak pelan yang gak putus, nanti sampai mata air roh bakal ketemu roh kancil. Ini caranya bertapak," jelasnya.
Secara fisik, buku saku ini didesain sedemikian rupa agar terasa autentik seolah-olah memang diproduksi secara swadaya oleh masyarakat desa Latas. Wregas sengaja memilih ukuran buku saku dengan kualitas kertas tertentu untuk memperkuat kesan tersebut.
"Memang yang sengaja kita terbitkan ukurannya adalah buku saku. Dan, memang kertasnya dibikin semacam stensilan. Jadi, supaya memang betul-betul ini dibikin oleh Desa Latas. Dicetak oleh Sanggar Pusat, dan dibagikan ke para perasuk dan murid-murid," tegasnya.
Buku saku ini sudah dapat dipesan melalui sistem pre-order mulai minggu ini dan nantinya akan tersedia secara luas di berbagai toko buku untuk menemani para penonton menyelami lebih dalam mistisisme Desa Latas. (H-2)
FILM terbaru Wregas Bhanuteja persembahan Rekata Studio, Para Perasuk (Levitating) baru saja menggelar penayangan perdana (world premiere) di Sundance International Film Festival 2026.
Sutradara Wregas Bhanuteja kembali dengan proyek terbarunya, Para Perasuk, sebuah karya sinema yang unik dan penuh terobosan.
Aktor Angga Yunanda berkolaborasi lagi dengan sutradara Wregas Bhanuteja dalam film Para Perasuk, namun ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi kali ini jauh melampaui ekspektasinya.
Dengan peluncuran buku saku terapi hemofilia ini, BPJS Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan yang efisien dan efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved