Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SONY Pictures akhirnya mengambil sikap tegas terhadap masa depan waralaba layar lebar mereka. Setelah serangkaian kegagalan komersial dan kritik pedas yang menghantam Sony’s Spider-Man Universe (SSU), Chairman dan CEO Sony Pictures, Tom Rothman, mengonfirmasi sebuah langkah untuk reboot total dengan wajah-wajah baru di depan maupun di belakang layar.
Pada awalnya, Sony terlihat percaya diri setelah trilogi Venom meraih kesuksesan dengan pendapatan mencapai US$850 juta (Rp14,2 triliun), yang dianggap membuktikan waralaba Spider-Man dapat berhasil meski tanpa kehadiran sang tokoh utama. Namun, sejumlah film pendukung lainnya justru menunjukkan hasil yang berlawanan.
Kegagalan beruntun dari Morbius (2022) yang hanya meraih US$162 juta (Rp2,7 triliun), Madame Web (2024) sebesar US$100 juta (Rp1,67 triliun), hingga Kraven the Hunter (2024) yang hanya meraup US$60 juta (Rp1 triliun) jauh di bawah biaya produksi US$100 juta (1,67 triliun).
Karakter seperti Morbius atau Madame Web terbukti tidak memiliki daya tarik cukup kuat untuk memikul beban satu film utuh tanpa keterlibatan "lem perekat" yang kuat, yakni sosok Spider-Man itu sendiri.
Dalam sebuah wawancara, Tom Rothman memastikan semesta live-action Spider-Man belum mati, namun akan segera mendapatkan "nafas baru". Rothman mengonfirmasi secara gamblang bahwa proyek masa depan adalah sebuah fresh reboot dengan talenta-talenta baru. Hal ini secara implisit menandakan akhir perjalanan bagi aktor-aktor seperti Jared Leto, Tom Hardy, hingga Dakota Johnson dalam semesta ini.
Salah satu poin menarik yang ditekankan Rothman adalah strategi "kelangkaan". Menurutnya, Sony perlu membuat audiens kembali merindukan karakter-karakter mereka.
"Kelangkaan memiliki nilai... Anda harus membuat penonton merindukan Anda," ujarnya. Ini mengisyaratkan bahwa Sony akan lebih selektif dan tidak lagi berlebihan merilis film karakter sampingan setiap tahunnya.
Kritikus berpendapat bahwa kunci keberhasilan reboot ini adalah dengan menghadirkan sosok Spider-Man yang nyata di dalam semesta tersebut. Entah itu Peter Parker versi baru, atau membawa Miles Morales dan Gwen Stacy ke ranah live-action, kehadiran sang pahlawan utama dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menyatukan potongan-potongan karakter yang sempat tercerai-berai.
Dengan pengumuman reboot ini, satu hal yang pasti, era Spider-Man tanpa Spider-Man tampaknya sudah resmi berakhir. (The Hollywood Reporter/Nerdist/Z-2)
Kate Hudson akhirnya buka suara soal alasannya menolak peran ikonik Mary Jane di Spider-Man (2002) demi Heath Ledger.
Sutradara Destin Daniel Cretton mengumumkan bahwa proses syuting film Spider-Man: Brand New Day telah resmi selesai.
SYUTING film superhero terbaru Tom Holland, Spider-Man: Brand New Day harus ditunda dan diberhentikan usai terjadi insiden sang aktor utama mengalami kecelakaan.
TOM Holland mengalami cedera kepala ringan di lokasi syuting film superhero terbarunya Spider-Man: Brand New Day pada Jumat, dikutip dari Variety, Senin, (22/9).
Scorpion, yang bernama asli MacDonald Mac Gargan, pertama kali muncul sebagai pelaku kriminal di film Spider-Man: Homecoming.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved