Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

SEAblings vs KNetz: Kronologi Lengkap Perang Netizen yang Viral di X

 Gana Buana
13/2/2026 20:05
SEAblings vs KNetz: Kronologi Lengkap Perang Netizen yang Viral di X
SEAblings vs KNetz sedang jadi salah satu topik paling ramai dibahas di X (Twitter).(Dok. Twitter (X))

SEABLINGS vs KNetz sedang jadi salah satu topik paling ramai dibahas di X (Twitter). Perdebatan yang awalnya hanya soal aturan konser, kini melebar jadi konflik komentar lintas negara yang memicu isu lebih besar, stereotip, rasisme digital, hingga solidaritas netizen Asia Tenggara.

Lalu sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa istilah “SEAblings” mendadak trending? Dan apa hubungan konflik ini dengan konser DAY6 di Malaysia?

Artikel ini merangkum kronologi lengkap SEAblings vs KNetz, arti istilahnya, dan mengapa perdebatan ini viral besar di media sosial.

Apa Itu SEAblings?

SEAblings adalah istilah yang berasal dari gabungan kata:

  • SEA = Southeast Asia (Asia Tenggara)
  • siblings = saudara

Istilah ini dipakai netizen Asia Tenggara sebagai simbol solidaritas digital, terutama saat menghadapi komentar yang dianggap merendahkan atau menyerang komunitas ASEAN.

Dalam konflik ini, SEAblings merujuk pada netizen dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan negara Asia Tenggara lainnya yang “bersatu” di kolom reply.

Apa Itu KNetz?

KNetz adalah singkatan dari Korean Netizens, istilah populer untuk menyebut netizen Korea Selatan yang aktif berkomentar di platform online, termasuk X (Twitter).

Dalam konteks SEAblings vs KNetz, istilah ini digunakan karena banyak akun yang diasosiasikan sebagai netizen Korea ikut terlibat dalam perdebatan.

Kronologi SEAblings vs KNetz: Awal Mulanya dari Konser DAY6

Menurut rangkuman dari sejumlah media, konflik ini bermula dari insiden konser DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Januari 2026 lalu.

Isunya berawal ketika beberapa fansite Korea membawa kamera profesional dengan lensa besar, yang dianggap melanggar aturan dan mengganggu penonton. Hal ini memicu protes dari penonton lokal.

Awalnya masalah ini hanya debat soal etika fansite. Tapi kemudian percakapan berubah menjadi perang komentar antar netizen.

Kenapa Bisa Meledak Jadi Perang Netizen?

Setelah protes penonton Malaysia viral, muncul gelombang komentar balasan dari akun-akun yang diasosiasikan sebagai KNetz.

Beberapa netizen Korea membela fansite dan menganggap protes tersebut berlebihan. Namun, konflik semakin panas saat muncul komentar yang dianggap menyerang Asia Tenggara secara stereotip, termasuk hinaan yang dinilai mengarah ke rasisme.

Di titik inilah istilah SEAblings makin sering dipakai sebagai “seruan kumpul” untuk membalas.

SEAblings Trending: Netizen ASEAN Kompak di Reply

Hal yang bikin kasus ini unik adalah solidaritas regionalnya.

Biasanya, netizen negara-negara Asia Tenggara sering “berantem” satu sama lain di internet. Tapi dalam isu ini, mereka justru kompak memakai tagar dan istilah yang sama, terutama #SEAblings.

Akun-akun dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan lainnya saling mendukung, membuat meme, hingga membanjiri reply akun lawan.

Meme SEAblings vs KNetz Ikut Mengangkat Viral

Selain adu argumen, konflik ini ikut naik karena faktor hiburan, meme.

Banyak netizen Asia Tenggara membalas dengan meme yang satir, bercanda, dan “menusuk”, sehingga mudah menyebar lintas timeline. Media lokal juga ikut mengangkat daftar meme dan istilah yang viral dari konflik ini.

Meme ini mempercepat penyebaran topik karena X memang sangat memprioritaskan konten yang ramai engagement.

Dampak Konflik

Hal yang paling banyak dibahas setelahnya bukan lagi soal kamera konser, tapi:

  • stereotip tentang Asia Tenggara
  • hinaan soal ekonomi dan penampilan
  • perbandingan budaya
  • dan komentar yang dianggap rasis

Bahkan beberapa media menyebut konflik ini sudah berubah menjadi isu identitas regional, bukan sekadar debat fandom.

Apakah Semua Netizen Korea Mendukung Komentar Kasar?

Tidak.

Beberapa netizen Korea juga dilaporkan tidak setuju dengan komentar ofensif dan menyebut hal itu tidak mewakili seluruh masyarakat Korea Selatan.

Ini penting dicatat supaya konflik tidak berubah jadi generalisasi ke satu bangsa.

Kenapa SEAblings vs KNetz Jadi Pelajaran Penting?

Kasus ini menunjukkan 3 hal:

  1. Isu kecil bisa jadi perang besar karena algoritma media sosial memicu emosi.
  2. Solidaritas digital bisa muncul lintas negara, terutama saat ada isu penghinaan kolektif.
  3. Rasisme di internet itu nyata, dan sering muncul saat debat sudah tidak sehat.

Kesimpulan

SEAblings vs KNetz adalah fenomena trending di X (Twitter) yang bermula dari insiden konser DAY6 di Malaysia, lalu berkembang menjadi perang komentar antar netizen Asia Tenggara dan Korea Selatan.

Istilah SEAblings muncul sebagai simbol solidaritas netizen ASEAN, sementara konflik membesar karena isu stereotip dan komentar yang dinilai rasis.

Walaupun ini bukan konflik antar negara secara resmi, viralnya topik ini menunjukkan betapa cepatnya perdebatan fandom bisa berubah menjadi konflik identitas di ruang digital. (Twitter (X)/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya