Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Tahun 2026 menandai kembalinya salah satu kisah paling beracun dalam literatur Inggris ke layar lebar. Di bawah arahan sutradara pemenang Oscar, Emerald Fennell (Saltburn, Promising Young Woman), film yang diberi judul dengan tanda kutip—"Wuthering Heights"—ini bukan sekadar adaptasi; ini adalah sebuah pernyataan gaya. Menampilkan dua bintang terbesar saat ini, Margot Robbie dan Jacob Elordi, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang memanjakan mata sekaligus menguji kesabaran para purist sastra.
Secara naratif, jawabannya adalah tidak sepenuhnya. Emerald Fennell mengambil keputusan berani dengan memotong seluruh bagian kedua novel Emily Brontë. Penonton tidak akan melihat kisah cinta generasi kedua antara Catherine Muda dan Hareton. Sebagai gantinya, Fennell memfokuskan seluruh durasi 136 menit pada obsesi destruktif antara Catherine Earnshaw (Robbie) dan Heathcliff (Elordi).
Gaya penyutradaraan Fennell yang "Maximalist" mengubah perbukitan Yorkshire yang biasanya suram menjadi latar belakang yang hampir menyerupai pemotretan majalah fashion kelas atas. Dengan iringan musik dari Charli XCX, film ini terasa lebih seperti Dark Romance modern daripada drama periode tradisional.
Pemilihan pemain adalah titik perdebatan terbesar. Jacob Elordi memerankan Heathcliff dengan aura "bad boy" yang brooding, namun beberapa kritikus menilai ia terlalu "bersih" untuk karakter yang seharusnya merupakan personifikasi dari alam liar dan penderitaan kelas bawah. Di sisi lain, Margot Robbie memberikan performa yang intens sebagai Catherine, menangkap sisi narsistik dan egois dari karakter tersebut dengan sangat apik.
Dibandingkan dengan adaptasi versi 1992 atau 2011, versi 2026 memiliki celah informasi dalam hal isu rasial dan kelas. Di novel, Heathcliff digambarkan sebagai sosok yang "gelap", sebuah elemen kunci dalam kritik sosial Brontë. Dengan memilih Jacob Elordi, Fennell dituduh melakukan whitewashing yang menghilangkan lapisan kompleksitas sosiopolitik tersebut.
| Fitur | Versi 2026 (Emerald Fennell) | Versi 2011 (Andrea Arnold) |
|---|---|---|
| Visual | Maximalist, Vibrant, Erotis | Primitivist, Naturalis, Suram |
| Fokus Cerita | Hanya Generasi Pertama | Hanya Generasi Pertama |
| Musik | Synth-pop & Charli XCX | Minimalis & Suara Alam |
Wuthering Heights (2026) adalah film yang sangat indah untuk dilihat. Jika Anda mencari film dengan vibes yang kuat, musik yang trendi, dan penampilan aktor papan atas, film ini adalah pemenangnya. Namun, bagi pencinta sastra murni, film ini mungkin terasa seperti kehilangan "jiwa" tragis yang membuat novel aslinya begitu menghantui selama hampir dua abad.
Adaptasi Wuthering Heights arahan Emerald Fennell siap tayang Februari 2026. Film ini menawarkan interpretasi modern, viseral, dan emosional dari novel klasik Emily Brontë.
WARNER Bros. Pictures merilis cuplikan trailer resmi film Wuthering Heights. Film ini merupakan adaptasi novel terkenal karya Emily Brontë
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved