Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Review Film Wuthering Heights 2026: Visi Erotis Emerald Fennell yang Memecah Opini

Media Indonesia
11/2/2026 16:30
Review Film Wuthering Heights 2026: Visi Erotis Emerald Fennell yang Memecah Opini
Ilustrasi(Dok Istimewa)

 

Tahun 2026 menandai kembalinya salah satu kisah paling beracun dalam literatur Inggris ke layar lebar. Di bawah arahan sutradara pemenang Oscar, Emerald Fennell (Saltburn, Promising Young Woman), film yang diberi judul dengan tanda kutip—"Wuthering Heights"—ini bukan sekadar adaptasi; ini adalah sebuah pernyataan gaya. Menampilkan dua bintang terbesar saat ini, Margot Robbie dan Jacob Elordi, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang memanjakan mata sekaligus menguji kesabaran para purist sastra.

People Also Ask: Apakah Film Wuthering Heights 2026 Setia pada Novelnya?

Secara naratif, jawabannya adalah tidak sepenuhnya. Emerald Fennell mengambil keputusan berani dengan memotong seluruh bagian kedua novel Emily Brontë. Penonton tidak akan melihat kisah cinta generasi kedua antara Catherine Muda dan Hareton. Sebagai gantinya, Fennell memfokuskan seluruh durasi 136 menit pada obsesi destruktif antara Catherine Earnshaw (Robbie) dan Heathcliff (Elordi).

Gaya penyutradaraan Fennell yang "Maximalist" mengubah perbukitan Yorkshire yang biasanya suram menjadi latar belakang yang hampir menyerupai pemotretan majalah fashion kelas atas. Dengan iringan musik dari Charli XCX, film ini terasa lebih seperti Dark Romance modern daripada drama periode tradisional.

Chemistry Margot Robbie dan Jacob Elordi: Magnet Utama atau Miscast?

Pemilihan pemain adalah titik perdebatan terbesar. Jacob Elordi memerankan Heathcliff dengan aura "bad boy" yang brooding, namun beberapa kritikus menilai ia terlalu "bersih" untuk karakter yang seharusnya merupakan personifikasi dari alam liar dan penderitaan kelas bawah. Di sisi lain, Margot Robbie memberikan performa yang intens sebagai Catherine, menangkap sisi narsistik dan egois dari karakter tersebut dengan sangat apik.

Analisis Celah (Gap Analysis): Apa yang Hilang?

Dibandingkan dengan adaptasi versi 1992 atau 2011, versi 2026 memiliki celah informasi dalam hal isu rasial dan kelas. Di novel, Heathcliff digambarkan sebagai sosok yang "gelap", sebuah elemen kunci dalam kritik sosial Brontë. Dengan memilih Jacob Elordi, Fennell dituduh melakukan whitewashing yang menghilangkan lapisan kompleksitas sosiopolitik tersebut.

Perbandingan Adaptasi Wuthering Heights

Fitur Versi 2026 (Emerald Fennell) Versi 2011 (Andrea Arnold)
Visual Maximalist, Vibrant, Erotis Primitivist, Naturalis, Suram
Fokus Cerita Hanya Generasi Pertama Hanya Generasi Pertama
Musik Synth-pop & Charli XCX Minimalis & Suara Alam

Kesimpulan: Tontonan Wajib bagi Penggemar Estetika Visual

Wuthering Heights (2026) adalah film yang sangat indah untuk dilihat. Jika Anda mencari film dengan vibes yang kuat, musik yang trendi, dan penampilan aktor papan atas, film ini adalah pemenangnya. Namun, bagi pencinta sastra murni, film ini mungkin terasa seperti kehilangan "jiwa" tragis yang membuat novel aslinya begitu menghantui selama hampir dua abad.

Checklist Sebelum Menonton

  • Lupakan akurasi sejarah; kostum dan dialog terasa modern.
  • Siapkan diri untuk rating dewasa (R) karena elemen erotisnya.
  • Dengarkan soundtrack Charli XCX untuk membangun mood.

10 FAQ Tentang Film Wuthering Heights 2026

  1. Siapa sutradaranya? Emerald Fennell.
  2. Siapa pemeran Heathcliff? Jacob Elordi.
  3. Siapa pemeran Catherine? Margot Robbie.
  4. Apakah film ini setia pada buku? Hanya secara garis besar di paruh pertama.
  5. Berapa ratingnya? Rating R (Dewasa).
  6. Siapa yang mengisi musik? Charli XCX.
  7. Kenapa Hindley tidak ada? Karakter Hindley digabungkan dengan sosok Ayah dalam versi ini.
  8. Apa arti tanda kutip di judulnya? Menandakan ini adalah interpretasi "versi" Fennell.
  9. Kapan rilis di Indonesia? Mengikuti jadwal global Februari 2026.
  10. Apakah ada generasi kedua? Tidak, bagian itu sepenuhnya dihapus.
PENAFIAN _Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya