Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Emerald Fennell Ubah Wuthering Heights Jadi Film Modern dan Viseral

Intan Safitri
10/2/2026 10:33
Emerald Fennell Ubah Wuthering Heights Jadi Film Modern dan Viseral
Adaptasi Wuthering Heights arahan Emerald Fennell siap tayang Februari 2026. Film ini menawarkan interpretasi modern, viseral, dan emosional dari novel klasik Emily Brontë.(Warner Bros)

ADAPTASI terbaru dari mahakarya Emily Brontë, Wuthering Heights, dipastikan tidak akan menjadi film drama periode tradisional yang kaku. Di bawah arahan sutradara pemenang Oscar, Emerald Fennell, film yang dijadwalkan tayang pada Februari 2026 ini akan menghadirkan interpretasi yang berani, orisinal, dan jauh dari pakem adaptasi sebelumnya.

Film produksi Warner Bros. Pictures dan LuckyChap ini menekankan visi Fennell bukanlah untuk mereplikasi novel secara harafiah, melainkan menangkap esensi emosional yang lebih dalam. Hal ini dikonfirmasi pemeran utama pria, Jacob Elordi, yang memerankan tokoh ikonik Heathcliff.

“Saya tahu ini tidak akan menjadi pemutaran ulang tradisional dari karakter yang selama ini ada di kesadaran kita,” ujar Elordi dalam sesi wawancara. Ia menambahkan Fennell berhasil menangkap spirit asli Brontë melalui lensa modern. “Emerald menafsirkan apa yang terjadi di bawah teks aslinya. Ini adalah interpretasi yang sangat menarik.”

Pengalaman Viseral dan Set yang Tak Biasa

Berbeda dengan film-film sejarah yang biasanya mengedepankan estetika "cantik", Wuthering Heights versi ini menawarkan atmosfer yang lebih mentah dan terasa alami. Elordi menceritakan bagaimana lingkungan syuting sengaja dikurasi untuk menghidupkan dunia yang ganjil, mulai dari gerbang besar yang ternoda darah babi hingga kehadiran "pohon merah yang absurd" di latar belakang.

Margot Robbie, yang memerankan Cathy sekaligus bertindak sebagai produser, menegaskan tujuan utama film ini adalah menghidupkan kembali perasaan emosional yang intens.

“Ini adalah interpretasi berani dari salah satu kisah cinta terbesar sepanjang masa. Emerald ingin menciptakan kembali perasaan yang diberikan buku itu saat pertama kali ia membacanya di usia 14 tahun,” kata Robbie. “Apa yang Anda dapatkan adalah pengalaman yang sangat emotif dan viseral.”

Sentuhan Modern dan "Cheeky Wink"

Selain visual yang provokatif, film ini juga menyelipkan elemen-elemen modern yang segar, termasuk keterlibatan bintang pop Charli xcx yang mengisi lagu-lagu original. Robbie juga membocorkan adanya elemen meta dalam naskah, seperti adegan di mana karakter Isabella menjelaskan plot Romeo and Juliet sebagai bentuk foreshadowing.

“Itu adalah kedipan nakal (cheeky wink) dari Emerald kepada penonton. Hal itu membuat film ini terasa segar dan mengajak penonton masuk ke dalam cerita,” tambah Robbie.

Dengan jajaran kru terbaik di bidangnya, mulai dari sinematografer Linus Sandgren hingga desainer kostum Jacqueline Durran, Wuthering Heights diharapkan menjadi tontonan layar lebar yang megah. Film ini tidak hanya menargetkan penggemar sastra klasik, tetapi juga audiens baru yang mencari kisah cinta yang intens, beracun, dan penuh kegilaan.

Wuthering Heights dijadwalkan rilis di bioskop secara internasional mulai 11 Februari 2026. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya