Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Novel Wuthering Heights karya Emily Brontë sering kali disalahpahami sebagai kisah cinta romantis yang indah. Namun, bagi siapa pun yang telah menyelami halamannya, jelas bahwa karakter-karakter di dalamnya adalah individu yang kompleks, penuh cacat, dan sering kali didorong oleh emosi yang merusak. Di tahun 2026, ketika diskusi mengenai kesehatan mental dan dinamika keluarga semakin terbuka, karakter-karakter ini terasa lebih relevan daripada sebelumnya.
Pertanyaan ini sering muncul bagi pembaca baru. Jawabannya terletak pada tujuan Emily Brontë: ia tidak menulis untuk menciptakan pahlawan moral. Brontë ingin mengeksplorasi sifat dasar manusia yang tidak terkendali. Karakter seperti Heathcliff dan Catherine Earnshaw adalah personifikasi dari gairah yang melampaui batas-batas sosial dan moralitas konvensional.
Heathcliff tetap menjadi salah satu karakter paling ikonik sekaligus paling dibenci dalam sastra dunia. Ia diperkenalkan sebagai anak yatim piatu yang malang, namun perlakuan buruk yang ia terima dari Hindley Earnshaw mengubahnya menjadi sosok yang haus akan balas dendam.
Psikologi Heathcliff didorong oleh kehilangan. Kehilangan status, kehilangan martabat, dan yang paling fatal, kehilangan Catherine. Meskipun tindakannya terhadap keluarga Linton dan Earnshaw sangat kejam, pembaca sering kali merasa simpati karena mereka melihat luka yang mendasari kekejamannya. Ia bukan sekadar penjahat; ia adalah korban yang menjadi penyiksa.
Banyak pembaca menganggap Nelly Dean sebagai suara moral yang bijaksana. Namun, analisis yang lebih dalam menunjukkan bahwa Nelly sering kali manipulatif. Sebagai narator, Nelly memiliki bias pribadinya sendiri, dan banyak tragedi dalam novel ini mungkin bisa dihindari jika ia tidak ikut campur dalam urusan majikannya.
| Nama Karakter | Keluarga Utama | Sifat / Peran |
|---|---|---|
| Heathcliff | Earnshaw (Angkat) | Dendam, obsesif, kuat, dan kejam. |
| Catherine Earnshaw | Earnshaw | Liar, egois, namun penuh gairah. |
| Edgar Linton | Linton | Sopan, lemah lembut, dan beradab. |
| Hareton Earnshaw | Earnshaw | Kasar namun memiliki potensi penebusan. |
Karakter dalam Wuthering Heights mengajarkan kita bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya hitam atau putih. Emily Brontë menyajikan spektrum emosi manusia yang paling mentah. Dengan mengenal karakter-karakter ini, kita diajak untuk merenungkan bagaimana trauma, kelas sosial, dan cinta yang salah arah dapat membentuk takdir seseorang.
Panduan lengkap film "Wuthering Heights" (2026) yang dibintangi Margot Robbie & Jacob Elordi. Simak sinopsis, daftar pemain, hingga kontroversi castingnya.
Temukan resensi mendalam novel Wuthering Heights karya Emily Brontë. Analisis tajam tentang obsesi, balas dendam, dan alasan mengapa karya ini tetap abadi.
Telusuri kehidupan Emily Brontë, pengarang Wuthering Heights. Dari nama samaran Ellis Bell hingga warisan sastra Gothic
Panduan lengkap film "Wuthering Heights" (2026) yang dibintangi Margot Robbie & Jacob Elordi. Simak sinopsis, daftar pemain, hingga kontroversi castingnya.
Temukan resensi mendalam novel Wuthering Heights karya Emily Brontë. Analisis tajam tentang obsesi, balas dendam, dan alasan mengapa karya ini tetap abadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved