Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Asmaranala, Upaya Dewanda Pratama, Eros Tjokro, dan Nuki Nares Merangkum Getir Penantian dalam Balutan City Pop

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 17:12
Asmaranala, Upaya Dewanda Pratama, Eros Tjokro, dan Nuki Nares Merangkum Getir Penantian dalam Balutan City Pop
Dewanda Pratama, Eros Tjokro, dan Nuki Nares(MI/HO)

MENUNGGU selama setahun tanpa kepastian bukanlah perkara mudah. Di balik rentang waktu tersebut, ada malam-malam panjang dan harapan yang terus diuji. 

Kolektif emosi inilah yang coba dirangkum secara jujur melalui Asmaranala, single kolaborasi terbaru dari Dewanda Pratama, Eros Tjokro, dan Nuki Nares yang resmi dirilis pada 6 Februari 2026.

Hadir dengan aransemen City Pop upbeat bernuansa vintage, Asmaranala menawarkan sebuah ironi yang memikat. 

Di satu sisi, pendengar disuguhkan musik yang cerah dan mengalir ringan. Namun di sisi lain, liriknya menyimpan narasi perjuangan cinta yang habis-habisan, sebuah kontras yang justru mempertegas rasa lelah dalam penantian.

Estetika Vintage dan Modernitas

Diproduseri oleh Nuki Nares, lagu ini menghidupkan kembali estetika City Pop klasik namun dengan pendekatan produksi modern. 

Komposisi instrumennya mengandalkan groove bass yang santai serta permainan synth retro untuk menciptakan suasana hangat dan nostalgik.

Nuansa vintage dalam lagu ini bukan sekadar pemanis teknis, melainkan fondasi emosional yang memperkuat cerita. Atmosfer yang dibangun mengingatkan pendengar pada era di mana musik pop terasa lebih sederhana dan jujur dalam menyampaikan rasa.

Dialog Dua Vokal

Secara vokal, Dewanda Pratama dan Eros Tjokro tampil sebagai dua karakter yang saling melengkapi dalam satu narasi. Dewanda menyuarakan kegelisahan dan harapan yang kerap tak terucap, sementara Eros membawa warna vokal yang lebih tenang dan reflektif.

Sinergi keduanya menciptakan kesan intim, seolah mengajak pendengar mengintip isi kepala seseorang yang sedang jatuh cinta sekaligus berada di titik nadir kelelahan karena bertahan terlalu lama demi cinta yang belum tentu berbalas.

Kejujuran Lirik dan Visual

Lagu ini memikat lewat liriknya yang lugas tanpa metafora yang berlebihan. Asmaranala secara terang-terangan menggambarkan sisa-sisa tenaga dalam pengejaran cinta melalui penggalan lirik:

"Setahun, mencari celah, bisa dapatkan hatimu, banyak malam berlalu."

Ketidakpastian tersebut memuncak pada sebuah pengakuan emosional yang mendalam:

"Habis-habisan, mati-matian. Mencari cintamu, dapatkan cintamu.

Konsistensi tema ini juga diperkuat melalui aspek visual. Artwork dan video musiknya menggunakan palet warna hangat dan gaya penceritaan sederhana, membuat Asmaranala terasa seperti potongan memori lama yang relevan bagi siapa saja yang pernah berjuang.

Pada akhirnya, Asmaranala adalah ode bagi mereka yang berani mengakui bahwa tidak semua perjuangan berakhir dengan kemenangan. 

Lagu ini sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital sejak 6 Februari 2026. Sebab, meski tidak semua penantian berakhir bahagia, setiap prosesnya selalu layak untuk diceritakan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya