Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

The Chasmala Bongkar Luka Hubungan Toksik lewat Single Cinta tapi Terluka

Muhammad Ghifari A
21/1/2026 19:15
The Chasmala Bongkar Luka Hubungan Toksik lewat Single Cinta tapi Terluka
Lewat single terbaru berjudul Cinta tapi Terluka, The Chasmala, mengangkat realitas hubungan percintaan yang penuh luka.(MI/Muhammad Ghifari A)

THE Chasmala kembali dengan cerita yang tak nyaman, tapi dekat dengan banyak orang. Lewat single terbaru berjudul Cinta tapi Terluka, band ini mengangkat realitas hubungan percintaan yang penuh luka, dipendam terlalu lama, lalu perlahan berubah menjadi hubungan yang toksik.

Dirilis sebagai bagian dari rangkaian menuju album baru mereka, lagu ini justru bukan materi yang sejak awal disiapkan sebagai single. Dari total 8 hingga 12 lagu yang digarap sejak akhir 2025, Cinta tapi Terluka terpilih setelah melalui diskusi internal dan masukan dari MyMusic.

“Ini bukan materi single langsung. Kita lagi siapin album, lalu setelah ngobrol bareng MyMusic, akhirnya lagu ini yang dipilih,” ujar Denny Chasmala.

Produksi lagu mulai digarap intens pada Desember 2025, meski ide dan materi dasarnya sudah disiapkan sejak Oktober. Untuk memperkuat emosinya, The Chasmala menggandeng Ade Govinda sebagai produser, kolaborasi yang disebut memberi warna baru sekaligus kedalaman rasa pada lagu ini.

Proyek ini melibatkan banyak nama: Dika Chasmala sebagai pimpinan string section, Rishanda Singgih di bass, Meltho Pasto sebagai vocal director, serta Pieter Anroputra yang mengambil peran ganda sebagai vokalis sekaligus drummer.

Lagu ini ditulis oleh Irfan Chasmala, terinspirasi dari kisah nyata sahabat dekatnya, tentang luka dalam hubungan yang tak pernah diungkapkan hingga akhirnya merusak segalanya.

“Setiap orang punya luka, tapi lukanya dipendam. Lama-lama hubungan jadi makin parah, makin toksik. Sampai akhirnya harus memilih: bertahan dengan luka, atau berpisah dan cari kebahagiaan baru,” ujar Irfan saat ditemui di Studio MyMusic (21/1).

Menariknya, Irfan secara sadar menghindari lirik yang terlalu puitis. Ia memilih bahasa yang lugas dan jujur.

“Isinya daging semua. Nggak ada bahasa tinggi. Ini cerita apa adanya,” tegasnya.

Meski ditulis oleh Irfan, proses penyempurnaan lirik melibatkan seluruh personel dan produser. Masukan dari Pieter, Denny, hingga Ade Govinda memastikan cerita tetap kuat, tapi tetap nyaman dinyanyikan dan diterima pendengar.

Dari sisi musikal, The Chasmala juga mengambil risiko. Ade Govinda mendorong pendekatan vintage bernuansa era 60–70-an, dibalut medium ballad yang dinamis. Pieter pun dipercaya memainkan drum secara live, sesuatu yang tidak selalu hadir di karya-karya mereka sebelumnya.

“Medium tempo itu nggak gampang. Nggak bisa terlalu nahan, nggak bisa terlalu lepas. Tapi karena gue nyanyi juga, gue tahu gimana ngelayani lagunya,” ujar Pieter.

Menurut Denny, pilihan ini sekaligus menunjukkan kematangan musikal The Chasmala. “Drummer bagus banyak, tapi drummer yang enak itu beda. Dan Pieter membuktikan itu,” katanya.

Secara tema, Cinta tapi Terluka dinilai sangat relevan dengan kondisi anak muda saat ini. Irfan menyoroti banyaknya relasi yang dipenuhi manipulasi, kekerasan emosional, dan kekecewaan akibat komunikasi yang tidak pernah benar-benar jujur.

“Mudah-mudahan lagu ini jadi pengingat bahwa setiap orang punya hak untuk bahagia dan mendapatkan cinta yang lebih baik,” tutupnya.

Tak ingin berhenti sebagai lagu galau semata, The Chasmala berharap Cinta tapi Terluka menjadi karya yang evergreen, jujur, pahit, dan bisa didengar lintas generasi.

Single Cinta tapi Terluka kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital, menandai langkah baru The Chasmala dalam menyuarakan kisah cinta yang retak, namun nyata. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya