Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Paul Thomas Anderson Sabet Sutradara Terbaik Golden Globes 2026 Lewat Film One Battle After Another

Intan Safitri
12/1/2026 11:28
Paul Thomas Anderson Sabet Sutradara Terbaik Golden Globes 2026 Lewat Film One Battle After Another
Paul Thomas Anderson memenangkan Sutradara Terbaik Golden Globe 2026 lewat One Battle After Another, sekaligus meraih Skenario Terbaik.(Golden Globe)

SUTRADARA Paul Thomas Anderson (PTA) berhasil meraih penghargaan sebagai Sutradara Terbaik (Best Director) dalam ajang Golden Globe Awards ke-83 yang digelar di Beverly Hills, Minggu malam (11/1). Kemenangan ini diraih Anderson lewat film petualangan epik terbarunya, One Battle After Another, sebuah adaptasi bebas dari novel Vineland karya Thomas Pynchon.

Penghargaan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Anderson karena merupakan piala Golden Globe pertama sepanjang karier penyutradaraannya. Selain menyabet gelar sutradara terbaik, Anderson juga membawa pulang trofi untuk kategori Skenario Terbaik (Best Screenplay), mengukuhkan dominasi film tersebut di panggung penghargaan tahun ini.

One Battle After Another datang ke malam penganugerahan sebagai favorit utama dengan total sembilan nominasi, jumlah terbanyak dibandingkan film lainnya. Film ini berkompetisi dalam kategori Musikal atau Komedi, bersaing ketat dengan film-film besar seperti Hamnet karya Chloé Zhao dan Sentimental Value karya Joachim Trier.

Kemenangan Anderson dianggap tidak mengejutkan bagi banyak pihak mengingat tren positif film tersebut di sirkuit penghargaan sebelumnya. Pada akhir 2025, film ini telah memenangkan kategori Film Fitur Terbaik di Gotham Awards. Selain itu, film ini juga mendominasi daftar panjang (longlist) BAFTA 2026 dengan masuk dalam 16 kategori dari total 25 kategori yang tersedia.

Paul Thomas Anderson memberikan penghormatan kepada penulis Thomas Pynchon. Ia secara terbuka mengakui karya-karyanya banyak terinspirasi dari literatur dan musisi legendaris.

"Saya mencuri banyak kata-kata dari Thomas Pynchon, yang menulis buku luar biasa yang kami adaptasi. Saya juga mengambil beberapa kalimat dari Nina Simone, seseorang pernah bertanya kepadanya apa itu kebebasan, dan dia menjawab, 'Tanpa rasa takut.' Itu adalah kalimat yang sangat bagus. Jadi, saya berbagi penghargaan ini dengan semua orang yang karya-karyanya saya ambil kepingannya," ujar Anderson di atas panggung.

Ia menambahkan proses kreatifnya sering kali melibatkan upaya mengumpulkan potongan-potongan dialog atau ide dari berbagai sumber untuk dirangkai menjadi sebuah kesatuan visi sinematik.

Dalam kategori Sutradara Terbaik, Anderson mengungguli sejumlah nama besar, termasuk Chloé Zhao (Hamnet), Ryan Coogler (Sinners), Jafar Panahi (It Was Just An Accident), Guillermo del Toro (Frankenstein), dan Joachim Trier (Sentimental Value).

One Battle After Another merupakan film aksi-thriller politik yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Leonardo DiCaprio, Benicio del Toro, dan Sean Penn. Film ini bercerita tentang Bob (DiCaprio), seorang mantan revolusioner yang hidup dalam paranoia dan harus menyelamatkan putrinya dari musuh masa lalu.

Kritikus film memuji kemampuan Anderson dalam menyatukan elemen aksi beroktan tinggi dengan isu politik kontemporer yang mendalam. Media hiburan Far Out memberikan nilai 4,5 bintang, menyebutnya sebagai film hebat yang tetap mempertahankan gaya khas Anderson namun tetap sangat menghibur dan relevan dengan ketegangan politik masa kini.

Keberhasilan di Golden Globes ini diprediksi akan memperkuat posisi One Battle After Another sebagai calon kuat dalam ajang Academy Awards (Oscar) mendatang. Film ini juga menandai kembalinya Anderson setelah sukses lewat Licorice Pizza (2021) dan Phantom Thread (2017). (Far Out Magazine UK/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya