Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGAIMANA rasanya memikul beban ekspektasi jutaan penonton setelah kesuksesan film pertama? Pertanyaan ini dijawab tuntas oleh Muhadkly Acho melalui karya fenomenalnya, Agak Laen: Menyala Patinku!.
Bukan sekadar sekuel, film ini berhasil mencetak sejarah baru dengan menembus angka 10 juta penonton, mengukuhkan Acho sebagai salah satu sutradara komedi paling berpengaruh di industri perfilman Indonesia saat ini.
Namun, siapakah sebenarnya sosok di balik lensa kamera ini, dan bagaimana perjalanan kariernya dari panggung stand-up comedy hingga menjadi "Raja Box Office"?
Artikel ini akan mengulas profil mendalam, rekam jejak, dan evolusi gaya penyutradaraan Muhadkly Acho yang membuatnya berbeda dari sineas lainnya.
Lahir dengan nama lengkap Muhadkly Makkatutu Temmalengkang pada 16 Oktober 1983, pria yang akrab disapa Acho ini adalah definisi nyata dari seniman multitalenta. Sebelum duduk di kursi sutradara, Acho lebih dulu dikenal publik sebagai komika yang cerdas dengan materi kritik sosial yang tajam, khususnya mengenai kehidupan di Tanjung Priok.
Karier di dunia hiburan ia mulai dari komunitas Stand Up Indo. Kemampuannya dalam storytelling di atas panggung menjadi fondasi kuat saat ia beralih ke penulisan skenario dan penyutradaraan.
Transisi ini tidak terjadi dalam semalam. Acho meniti karier akting terlebih dahulu melalui film-film seperti Bajaj Bajuri The Movie dan Luntang Lantung, yang memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika di depan kamera sebelum akhirnya memutuskan untuk bekerja di baliknya.
Karya Acho tidak lahir dari kekosongan. Ada proses panjang yang mematangkan insting komedinya. Berikut adalah tonggak penting dalam perjalanan karier penyutradaraan dan penulisan Muhadkly Acho:
Kesuksesan Agak Laen: Menyala Patinku! bukan semata karena faktor keberuntungan atau hype film pertamanya. Ada tanda tangan artistik Acho yang sangat kuat di sini. Berbeda dengan film pertama yang bernuansa horor pasar malam, di sekuel ini Acho berani membanting setir ke genre action-comedy dengan premis detektif.
Acho memahami bahwa kekuatan utama kuartet Agak Laen (Bene, Boris, Oki, Jegel) adalah chemistry natural mereka. Ia tidak memaksakan lelucon slapstick, melainkan membangun situasi yang membiarkan karakter-karakter ini bereaksi secara alami. Pendekatan ini membuat komedinya terasa organik.
Sebagai penulis skenario, Acho sangat disiplin dalam struktur cerita. Dalam Menyala Patinku!, ia berhasil menjalin plot misteri pembunuhan yang cukup serius dengan kekonyolan para tokohnya tanpa membuat cerita terasa tumpang tindih.
Transformasi visual dari suasana "kumuh" di film-film sebelumnya menjadi set panti jompo yang misterius namun jenaka menunjukkan kematangan visual Acho. Ia tahu bagaimana menempatkan kamera untuk memaksimalkan dampak komedi visual (visual gag).
Ya, Muhadkly Acho adalah sutradara sekaligus penulis skenario untuk film fenomenal Agak Laen (2024) dan sekuelnya Agak Laen: Menyala Patinku!. Konsistensi visi Acho menjadi kunci kesinambungan kualitas kedua film tersebut meski memiliki cerita yang berbeda.
Acho adalah kolaborator erat rumah produksi Imajinari yang didirikan oleh Ernest Prakasa dan Dipa Andika. Imajinari memberikan ruang kreatif yang luas bagi Acho untuk mengeksplorasi ide-ide cerita yang unik dan berisiko, yang terbukti sukses besar di pasaran.
Hingga saat ini, Agak Laen: Menyala Patinku! (Agak Laen 2) memegang rekor sebagai karya terlarisnya, bahkan melampaui pencapaian film pertamanya dengan total lebih dari 10 juta penonton, menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Muhadkly Acho telah membuktikan bahwa seorang komika bisa berevolusi menjadi sineas kelas berat. Dengan Agak Laen: Menyala Patinku!, ia tidak hanya menyalakan layar bioskop, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi standar kualitas film komedi Indonesia. (Z-10)
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! berambisi merebut takhta film terlaris sepanjang masa di Indonesia yang dipegang Avengers: Endgame. Kini selisih keduanya hanya 400 ribu penonton.
FILM Agak Laen: Menyala Pantiku! kini terus menambah jumlah capaian penontonnya. Terbaru, film ini meraih 10,5 juta penonton dalam waktu kurang dari 60 hari tayang.
DI tengah euforia jumlah penonton Agak Laen: Menyala Pantiku! yang kini telah melewati angka 10,5 juta penonton, penulis dan sutradara Muhadkly Acho justru kebingungan.
Simak perjalanan karier Muhadkly Acho, dari panggung Stand Up Comedy, pemain film, konsultan komedi, hingga sutradara Agak Laen: Menyala Pantiku! yang kini menjadi film Indonesia terlaris
Temukan kisah di balik kesuksesan fenomenal Agak Laen: Menyala Pantiku! yang meraih jutaan penonton. Muhadkly Acho ungkap naskah pertama sempat hilang
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! mencetak sejarah sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 10,25 juta penonton. Muhadkly Acho mengaku tak pernah membayangkannya.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! mencetak sejarah sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 10,25 juta penonton. Muhadkly Acho mengaku tak pernah membayangkannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved