Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perjalanan Muhadkly Acho di Film, dari Aktor, Konsultan Komedi hingga Jadi Sutradara Film Terlaris

Fathurozak
02/1/2026 23:15
Perjalanan Muhadkly Acho di Film, dari Aktor, Konsultan Komedi hingga Jadi Sutradara Film Terlaris
Muhadkly Acho(Instagram Muhadkly Acho)

NAMA Muhadkly Acho kini mantap tercatat sebagai sutradara yang berhasil mencetak film blockbuster! Setelah kesuksesan film Agak Laen dengan 9 juta lebih penonton, kini kesuksesannya berlanjut di film Agak Laen: Menyala Pantiku! yang berhasil menjadi film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa dengan raihan 10,250 juta penonton. Jumlah penonton pun diproyeksikan masih akan terus bertumbuh, mengingat filmnya masih tayang di bioskop.

Dari Panggung Stand Up Comedy

Acho lebih dulu memulai kariernya di industri hiburan melalui panggung Stand Up Comedy. Ia juga termasuk komika yang mengisi program Stand Up Comedy di Metro TV, yang juga menjadi salah satu rujukan pada masa awal industri lawak tunggal tersebut.

Acho mengakui keterlibatannya di dunia film bisa dibilang berkat Stand Up Comedy. Setelah dikenal luas dari panggung Stand Up Comedy di Metro TV, ia kemudian semakin dilirik oleh industri hiburan.

“Masuk ke industri hiburan tuh gara-gara privilese stand up comedy juga sebetulnya. Komika yang bisa tampil di Metro TV itu kan komika-komika yang tidak ikut kompetisi di TV. Sehingga ya udah, saya termasuk yang ikutan di Metro TV dan dari situ sebetulnya mulainya dapat kesempatan masuk industri film sebagai pemain dulu,” kata penulis dan sutradara Agak Laen: Menyala Pantiku! Muhadkly Acho dalam wawancara bersama Media Indonesia melalui sambungan telepon, Jumat, (2/1).

“Bertahun-tahun jadi pemain terus merhatiin proses kerjanya gimana,” lanjut Acho.

Belajar Perfilman Secara Organik

Acho mempelajari teknis perfilman secara organik dengan terjun langsung ke lapangan dalam berbagai peran selama bertahun-tahun. Sebelum berada di balik kamera, Acho menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai pemain film. 

Sambil menyelam, minum air. Selain berakting, ia juga mencuri ilmu dari naskah-naskah skenario yang ia terima. Beberapa film yang ia bintangi sebelum berpindah ke balik layar di antaranya adalah Viva JKT48 (2014), Bajaj Bajuri The Movie (2014), Catatan Akhir Kuliah (2015), Ngenest (2o15), dan Koala Kumal (2016).

Naskah pertama yang ditulisnya adalah film Kapal Goyang Kapten (2019). Ia lalu menulis naskah untuk lima episode serial Cek Toko Sebelah Babak Baru (2020).

“Itu gara-gara main film, kan selalu terima naskahnya. Nah saya suka baca-bacain naskahnya lagi meskipun filmnya sudah selesai tayang. Saya bacain, lihat-lihat, kayak oh gini, orang tuh nulisnya tuh ada naik turunnya begini,” kilas balik Acho. 

“Sampai waktu itu sempat juga browsing-browsing struktur-struktur skenario, ternyata jadi paham ada struktur eight sequence juga. Terus Ernest (Prakasa) juga pernah sharing session gitu di kelas penulisan skenario,” cerita Acho.

Perjalanan di dunia film berlanjut dengan peran konsultan komedi. Konsultan komedi biasanya hadir dalam film-film bergenre komedi, sejak marak para komika terjun ke dunia film sebagai sutradara. 

Acho sendiri menjadi konsultan komedi setidaknya di lebih dari empat film, termasuk film-film yang disutradarai Ernest Prakasa. Pengalamannya menjadi konsultan komedi pun membuatnya memiliki bekal dalam penyutradaraan.

Peran Sebagai Konsultan Komedi

“Nah kalau directing, itu kan pernah jadi konsultan komedi. Enaknya, bisa duduk di samping sutradara dari mulai persiapan hari pertama bahkan sampai editing bahkan kadang-kadang diajak. Jadi lumayan tahu prosesnya sutradara,” cerita Acho.

Debut sebagai Sutradara

Acho kemudian mendapat kepercayaan untuk pertama kali menyutradarai lewat film Ghost Writer 2 dan Gara-Gara Warisan. Secara linimasa, Ghost Writer 2 lebih dulu syuting. Sementara secara linimasa tayang, film Gara-Gara Warisan pertama tayang, yang menandai debutnya di layar lebar sebagai sutradara pada lebaran 2022.

Kini, Acho telah menyutradarai empat film: Gara-Gara Warisan, Ghost Writer 2, Agak Laen, dan Agak Laen: Menyala Pantiku!

Fun fact-nya Gara-Gara Warisan itu kan jadi film lebaran, dan waktu itu terlibas habis (layarnya) sama KKN (di Desa Penari). Karena itu comeback-nya bioskop setelah pandemi kan. Pas tayang itu saya ingat banget ada KKN, ada Gara-Gara Warisan. Nah itu bener-bener KKN tuh mendominasi semua layar.”

“Jadi saya tuh cuma dapat kalau enggak salah hampir 600 ribu penonton. Ya which is good, cuma untuk sebuah film lebaran kan pasti benchmark-nya kan harus lebih tinggi. Secara pribadinya sih ya happy, secara rumah produksi juga ya sudah melampaui lah, secara hitung-hitungannya. Cuma karena sebagai film lebaran, itunya ada (target) yang nggak tercapai,” kenang Acho.

Setelah sempat merasakan berhadapan dengan film besar yang mendapat animo tinggi dari penonton, Acho pun sempat membayangkan,  ‘kalau suatu hari bisa bikin film ditonton begitu banyak orang apa rasanya?’

Dan, kini pun terjadi. Film yang disutradarai Acho mendapat animo tinggi dari penonton. Filmnya bahkan kini juga telah melampaui raihan penonton KKN di Desa Penari yang juga sempat menyandang predikat film Indonesia terlaris sepanjang masa.

(P-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya