Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN Nick Reiner di Pengadilan Superior Los Angeles pada Rabu (17/12) mengundang perhatian publik. Bukan hanya karena statusnya sebagai putra sutradara legendaris Rob Reiner yang didakwa membunuh orangtuanya, tetapi juga pakaian yang dikenakannya. Nick menggunakan sebuah rompi biru tanpa lengan yang dikenal sebagai anti-suicide smock (rompi anti-bunuh diri).
Nick mengenakan rompi tersebut dengan ekspresi muram dan tangan terbelenggu. Penggunaan pakaian ini memberikan sinyal kuat mengenai kondisi mental atau pengawasan ketat yang diterapkan otoritas penjara terhadap pria berusia 32 tahun tersebut.
Menurut penyedia peralatan pencegahan bunuh diri, PSP Corp, rompi ini dirancang khusus untuk meminimalkan risiko bunuh diri pada individu berisiko tinggi, seperti personel militer, narapidana, atau pasien di fasilitas kesehatan mental.
Pakaian ini memiliki karakteristik yang sangat spesifik:
Meski pengadilan tidak menjelaskan secara eksplisit alasan medis di balik penggunaan rompi ini, Nick sebelumnya dilaporkan tidak mendapat izin medis untuk menghadiri sidang pada hari Selasa. Riwayat panjang Nick dengan ketergantungan narkoba dan 18 kali pengalaman rehabilitasi diduga menjadi latar belakang ketatnya pengawasan terhadapnya.
Seorang sumber keluarga menyebutkan Nick memang memiliki sisi "merusak diri sendiri" (self-destructive), meski selama ini tidak dikenal sebagai sosok yang kasar. "Jika mereka mengira dia kasar, keadaannya akan sangat berbeda," ungkap sumber tersebut.
Prosedur pada Kasus Berat Penggunaan rompi ini bukan hal baru dalam kasus-kasus kriminal besar di Amerika Serikat. Nama-nama seperti Bryan Kohberger, terpidana pembunuhan mahasiswa Universitas Idaho, juga pernah terlihat mengenakan pakaian serupa saat masa penahanan awal.
Bagi Nick Reiner, rompi ini menjadi simbol beban berat yang dihadapinya. Di balik pakaian pelindung tersebut, ia kini terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat hingga hukuman mati atas dua dakwaan pembunuhan tingkat pertama terhadap kedua orang tuanya. (People/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved