Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyanyi Yura Yunita baru saja merilis karya terbaru berjudul Mau Jadi Apa?. Lagu ini merupakan karya keduanya pada tahun ini, setelah sempat merilis lagu berjudul Tanda pada awal tahun.
Pada karya terbarunya, Yura kembali bekerja sama dengan Donne Maula dalam proses penciptaannya. Yura dan Donne menggunakan materi aransemen yang bernuansa keroncong yang seakan mengajak kita untuk rehat sejenak dan berdansa kecil merayakan perjalanan hidup ini.
“Lagu ini untuk setiap jiwa yang masih bertanya-tanya, untuk kita yang selalu dikejar oleh pertanyaan diri sendiri atau pertanyaan dari orang sekitar, Mau Jadi Apa?. Lagu ini adalah bentuk puitis untuk keberanian yang tidak terburu-buru, dan percaya bahwa jawaban terbaik akan datang seiring kita membiarkan diri kita tumbuh dari hati,” kata Yura Yunita dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis, (13/11).
Selain merilis lagu Mau Jadi Apa? Yura juga merilis video musiknya di kanal Youtube Yura Yunita. Dalam video musik yang bernuansa cerah ceria tersebut Yura ditemani oleh banyak anak kecil dengan berbagai atribut yang mencerminkan profesi mulai dari petinju, dokter, hingga penari barongan.
Video musik Mau Jadi Apa? memanfaatkan set area sawah sebagai salah satu latarnya dan memberikan visual yang menarik dengan berbagai elemen kejutan. Termasuk adanya sebuah replika dinosaurus.
Sebagai bentuk kecintaannya pada budaya Indonesia, Yura juga memasukkan unsur elemen tradisi budaya Indonesia dalam video musik Mau Jadi Apa?. Tak hanya penari barongan saja yang ada di video ini, namun budaya tradisional Indonesia yang juga lekat dengan Yura hadir dalam bentuk busana dan koreografi yang dibawakannya.
Yura bersama beberapa bintang video musik mengenakan kebaya, roncean rambut ala Bali, dan tari yang ia koreografikan sendiri, terinspirasi dari gerakan tari tradisional Indonesia.
Di video musik ini, secara unik penonton dan pendengar diajak untuk meromantisasi proses perjalanan manusia dalam merayakan mimpi masa kecilnya yang tak terbatas hingga perjalanan dewasa mereka.
Video musik Mau Jadi Apa? disutradarai oleh Bramsky, yang menjadi kolaborasi ketiga Yura bersamanya setelah video musik Merakit dan Hoolala yang meraih nominasi Video Klip Musik Terpilih Piala Maya 2021.
“Di video musik Maju Jadi Apa? aku ingin membawa pesan bahwa ini bukan tentang mempertanyakan apakah mimpi kita di saat kecil tercapai atau tidak, namun bagaimana mimpi kita saat itu, membentuk motivasi kita saat perjalanan menuju dewasa, dan menjadikan siapa diri kita di hari ini,” kata Yura Yunita. (H-1)
Yura Yunita menilai tantangan terbesarnya di Pagelaran Sabang Merauke justru datang saat membawakan lagu Mahadewi bersama PADI Reborn.
PAGELARAN Sabang Merauke kembali hadir tahun ini. Kali ini, dengan skala yang lebih megah dengan tema Indonesian Broadway
Selain melayang di udara, Yura Yunita juga mengatakan dirinya akan bernyanyi di atas binatang artificial dengan ukuran sangat besar.
Setiap 24 Juli, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kebaya Nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Nusantara.
Di tempat yang berbeda, beberapa teman Yura Yunita lainnya juga merayakan ulang tahunnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved