Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 18 musisi terlibat dalam konser bertajuk “Laleilmanino & friends” di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (30/10). Pementasan ini menjadi upaya mensyukuri capaian satu dekade sekaligus menghadapi dekade-dekade ke depan. Sejumlah 6.000 tiket terjual pada konser ini.
Penonton mulai ramai berdatangan saat gerimis melanda sekitar pukul 17.00 WIB. Saat loket dibuka, mereka memadati photobooth berlatar belakang foto para musisi yang tampil. Di area tribun, mereka duduk di sekitar pelataran menunggu gerbang dibuka pada pkl 18.15 WIB. Antrian di pintu masuk kategori festival mengular.
Suasana dingin rintik hujan langsung disambut getaran dan melodi semangat konser. Didahului mengumandangkan "Indonesia Raya", Laleilmanino naik ke panggung sekitar pkl 20.00 WIB, menyemarakkan dengan "Balada Insan Muda". Sepanjang konser, Laeilmanino berkolaborasi dengan musisi lain.
Kelap-kelip lampu merah muda menemani mereka bersama Tiara Andini dalam "Gemintang Hatiku". Lalu "Tak Ingin Pisah Lagi" bersama Rizky Febian dan Salma Salsabil. Tak lama, Dustin Tiffani masuk dengan gaya ekpresif ala disc jockey menyanyikan "Senyum Ditanyaku".
"Gua bangga banget lu bisa sampai di titik ini," kata Vidi Aldiano seraya berpelukan dengan Anindyo Baskoro (Nino). Mereka menyanyikan "Definisi Bahagiaku", disambung "Sampai Kapan" bersama Vidi, Reza Chandika, dan Rendha Rais. Kemudian nuansa musik rok dengan dominasi pencahayaan warna merah membangkitkan "Arteri" bersama band .Feast.
Dilanjutkan "Djakarta" bersama Quinn Salman dan Prince Poetiray serta "Antara". Isyana Sarasvati dan Vidi Aldiano memeriahkan dengan "Kereta Kencan". Lalu disenandungkan "Cinta Tak Pernah Salah" bersama Arman Maulana serta Bilal Indrajaya dan Arman dalam "Hanya Engkau yang Bisa".
Meski Laleilmanino berasal dari grup berbeda, bersama RAN dan Salma Salsabil , mereka menyanyikan"Boleh Juga". Sedangkan Arya “Lale” Aditya dan Ilman Ibrahim dari Maliq & D'Essentials bersenandung berasama para anggotanya dalam "Tunggu Apa Lagi". Disambung dengan nunansa cinta anak sekolah "Remaja" dan "Siap Tuk Jatuh Cinta Lagi" bersama Hivi.
Bunga Citra Lestari (BCL), Quinn Salman, dan Prince Poetiray memghangatkan ruangan dengan "Selalu Ada di Nadimu". Isyana dan HIvi kembali memasiki panggung melalui "Pelangi". BCL kembali mendominasi panggung dengan "Rayu" serta "Kupu-Kupu" oleh Tiara Andini.
Tak lama panggung menjadi penuh karena JKT48 melantunkan "Rapsodi" dan bersama Diskoria dalam "Serenata Jiwa Lara". Laleilmanino memungkasi panggung dengan bernyanyi bersama 18 musisi lain dalam "C.H.R.I.S.Y.E" dan "Badai Telah Berlalu".
Otty Jamalus, 57, pendiri Otty Jamalus Music House (OJMH), melatih Nino sejak 2016. "Nah, yang (konser) kali ini, karena medannya lebih berat, dia ambil selama sebulan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, selama sebulan latihan, Nino harus bernyanyi dan direkam sembari menggoes sepeda statis. "Untuk endurance (daya tahan), saat show masuk ke menit ke-70 dan 80, pasti ngos-ngosan," jelas Otty mengapa melatih Nino dengan metode itu. Selain melatih secara fisik, ia juga menjaga mental dan waktu istirahat Nino.
Dalam koser ini, Nino sebagai penyanyi di RAN dan pengarang lagu, harus bernyanyi bersama musisi lain dengan tinggi rendah suara yang berbeda. Dalam komunikasinya terakhir dengan Nino sebelum tampil, Otty menegaskan percuma bila Nino mengejar nilai sempurna. "Kamu (Nino) punya harmoni dan melodi itu dicintai pemdengar," ungkapnya menyemangati anak didiknya di OJMH. (Z-2)
Ia menilai, tindakan tersebut mungkin muncul karena rasa antusias atau gemas dari para penggemar, namun hal itu tetap tidak dapat dibenarkan
Album Edelweiss dari Tiara Andini menyajikan delapan lagu yang kaya akan emosi dan perasaan dan mengajak pendengarnya untuk dapat menikmati cerita baik kesedihan, patah hati, maupun romansa.
Lagu balada pop, Dengar, dari Tiara Andini menggambarkan perasaan orang yang selalu dituntut untuk sempurna dan memenuhi ekspektasi orang lain.
Tiara Andini menyebut album Edelweiss menjadi spesial baginya karena dalam prosesnya ia memiliki keterlibatan yang lebih banyak dibandingkan album pertama.
Lagu Adu Bola Mata dari Tiara Andini cocok untuk menemani kesibukan sehari-hari dan mampu membuat pendengarnya menjadi bersemangat dan bergembira.
Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2025 menegaskan dirinya bukan sekadar festival musik, melainkan laboratorium kreatif yang hidup di tengah kota.
Baginya, kepuasan dalam bermusik itu saat mampu berkarya di musik khas clubbing, pop, dan soundtrack film. Kasymin mengungkapkan ketersanjunganya karena bisa bekerja sama dengan Isyana.
ISYANA Sarasvati menjadi salah satu penampil di konser musik Oxperience 2025 pada Sabtu, (15/11) di Plaza Barat Gelora Bung Karno. Isyana tampil pada sore jelang hujan menerjang.
Kehangatan persahabatan mewarnai konser “Laleilmanino & Friends” yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (30/10) malam.
Lewat lagu Menarilah dengan Jiwamu, Isyana Sarasvati mengajak pendengarnya untuk merayakan keberadaan dan pencapaian diri sendiri, sekecil apapun langkah yang berhasil diambil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved