Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH produksi Imajinari memperkenalkan proyek film terbarunya berjudul Operasi Pesta Pora. Di film ini, lewat teaser yang dirilis, terlihat Iqbaal Ramadhan tertangkap menjadi seorang copet konser.
Awalnya, sosok laki-laki dengan wajah di-blur muncul di layar, dengan suara yang disamarkan. Sosok itu mengaku sebagai copet konser dan meminta waspada ke penonton, karena copet konser punya segudang akal untuk menggondol barang bawaan pengunjung konser, dan lihai dengan pengintaian mereka yang bisa ada di mana-mana. Kemudian terungkap sosok tersebut adalah seorang karakter yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, sebagai pemeran utama di film ini.
“Sebuah karakter yang baru bagiku dan akan menjadi hal baru. Film Operasi Pesta Pora akan membawa cerita yang segar, lucu, dan unik untuk penonton Indonesia. Seperti yang sudah terungkap di teaser, di film ini aku akan memerankan karakter seorang copet konser. Nantikan kejutan terbaru dari film Operasi Pesta Pora,” kata Iqbaal Ramadhan dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu, (17/9).
Film Operasi Pesta Pora akan menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod untuk film fiksi panjang. Di bawah bendera Cerahati, ia sudah berpengalaman menyutradarai banyak iklan dan video musik sejak tahun 2006. Khemod merupakan drummer grup band Seringai, yang juga kerap dipercaya sebagai pengarah kreatif tata panggung untuk konser-konser dari banyak band dan musisi Indonesia.
“Senang sekali bisa mendapat kesempatan untuk menyutradarai film fiksi panjang pertama saya. Dengan membawa cerita yang unik dan ambisius, saya masih takjub dan bersyukur bahwa Imajinari mau membantu mewujudkan cerita ini ke layar lebar. Walaupun pembuatan film ini berat dan menantang, namun prosesnya sejauh ini berjalan lancar dan menyenangkan berkat dukungan jajaran pemeran, kru, serta produser yang berpengalaman. Semoga para penonton nanti bukan hanya terhibur saat menyaksikan filmnya, tapi bisa membawa sesuatu setelahnya,” kata Edy Khemod sang sutradara.
Sejak pertama kali merilis film pada tahun 2022, rumah produksi Imajinari kerap memberikan ruang bagi para sutradara debutan, termasuk pada kesempatan ini. Di film ini, Imajinari berkolaborasi dengan Angin Segar dan Boss Creator.
“Sejak Khemod menceritakan ide ini, kami langsung tertarik. Sungguh sebuah suguhan komedi yang unik dan menyegarkan, sejalan dengan komitmen Imajinari untuk selalu menyuguhkan sesuatu yang baru untuk penonton film Indonesia. Film ini dikembangkan naskahnya sejak 2023, dan akan tayang di bioskop tahun 2026 mendatang,” ucap Ernest Prakasa. (M-3)
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! berambisi merebut takhta film terlaris sepanjang masa di Indonesia yang dipegang Avengers: Endgame. Kini selisih keduanya hanya 400 ribu penonton.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! mencetak sejarah sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 10,25 juta penonton. Muhadkly Acho mengaku tak pernah membayangkannya.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku mencatatkan rekor 10 juta penonton hanya dalam 35 hari, mengancam posisi KKN di Desa Penari sebagai film terlaris sepanjang masa.
Setelah sukses besar dengan 9 juta penonton, film Agak Laen kini akan melanjutkan film kedua mereka. Film garapan Muhadkly Acho itu sudah memulai syuting.
Kedua perusahaan film tersebut melengkapi jajaran kolaborator Miles Films dalam memproduksi dan mempersembahkan film Rangga & Cinta
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved