Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mencuri perhatian lewat sejumlah single yang menyentuh hati, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Indonesia, Gan Bagaskara, kembali dengan karya terbarunya yang kali ini dikemas lebih berani dan emosional.
Dalam single terbarunya Bukan Film Favorite, Gan menggandeng produser musik Deka untuk menghadirkan kolaborasi yang menjadi langkah awal dari warna musik baru yang lebih segar dan relate dengan cerita cinta generasi masa kini.
Dikenal dengan gaya bermusik Pop Modern dan lirik-lirik yang diambil dari pengalaman pribadi, Gan Bagaskara tetap mempertahankan identitas musikalnya.
Namun, lewat Bukan Film Favorite, ia dan Deka menyuntikkan nuansa yang lebih cerah dan playful tanpa kehilangan kedalaman emosional.
Lagu ini mengajak pendengar untuk tertawa dalam kesedihan, menghadapi patah hati dengan cara yang jujur dan ringan.
Bukan Film Favorite bercerita tentang seseorang yang dihantui masa lalu. Ketika mantan kekasih mengunggah video bersama pacar barunya—dengan latar tempat, suasana, dan lagu yang sama persis seperti kenangan bersama dulu—luka yang belum sembuh terasa kembali.
Tema ini sangat relate dengan fenomena percintaan di era digital, di mana media sosial kerap menjadi pemicu gagalnya “move on”.
Single ini merupakan pembuka dari proyek EP yang tengah disiapkan oleh Gan Bagaskara dan Deka.
Mereka berdua sepakat untuk membawa tema yang segar, jujur, dan relevan, menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperluas audiens Gan Bagaskara, tetapi juga mengangkat standar karya musik pop lokal.
Bukan Film Favorite akan resmi dirilis pada 14 Mei 2025 dan dapat dinikmati di seluruh digital streaming platform. Mulai dari Spotify, Apple Music, YouTube Music, hingga TikTok dan Instagram Reels, lagu ini siap menjadi soundtrack baru untuk mereka yang sedang mencoba berdamai dengan masa lalu. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved