Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM horor produksi IDN Pictures, Pasar Setan, mengenalkan sosok hantu baru di perfilman Indonesia bernama Nyi Salimah. Film yang disutradarai Wisnu Surya Pratama tersebut berkisah tentang empat kreator konten yang nekat mencari lokasi misteri pasar setan di kaki Gunung Salak, Jawa Barat, yang telah menjadi mitos melegenda di kalangan pendaki gunung.
Namun, ketika mereka telah memasuki titik yang dipercayai sebagai lokasi pasar setan, justru keempatnya mendapat teror dari Nyi Salimah dan para pasukannya. Nyi Salimah sendiri diperankan oleh aktris Agni Pratistha, yang kembali lagi ke layar lebar setelah beberapa tahun belakang vakum berakting di film panjang.
Nyi Salimah digambarkan sosok penguasa di pasar setan, dan di masa hidup, dia lekat dengan tebu. Untuk bisa bertemu dengan sosoknya, ada hal yang harus diucapkan, yakni, mereka harus menyebutkan ingin bertransaksi dengan membawakan batang tebu.
Baca juga : Film Horor Sinden Gaib Diangkat dari Kisah Nyata Asal Trenggalek, Ceritakan Teror Sinden Sarinten
“Karakter Nyi Salimah saya coba buat dengan karakter yang sangat Indonesia. Dalam artian secara tampilan visualnya. Film horor itu kan identik dengan warna hitam, putih, dan merah. Nah, saya merasa harus menciptakan warna baru sebagai identitas Nyi Salimah, sosok yang sangat perkasa. Jadi, saya pilih warna ungu,” kata sutradara Wisnu Surya Pratama tentang sosok Nyi Salimah di film horor Pasar Setan saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (27/2/2024).
Selain dengan representasi warna ungu sebagai identitas kehadiran Nyi Salimah yang sangat kuat, Wisnu juga mendesain Nyi Salimah dengan tampilan perempuan zaman dahulu era ‘20-an, dilengkapi dengan kerudung.
“Untuk riset wardrobe-nya, saya bekerja sama dengan IDN Pictures dan para kru. Bahwa Nyi Salimah itu di awal dia tidak boleh terlalu tampak. Harus tertutup, sampai kemudian terbuka. Jadi saya tambahkan veil (kerudung). Lalu juga ada liontin, aksesoris yang menjadi penyambung ceritanya,” jelas Wisnu.
Baca juga : Film Kuyang: Sekutu Iblis Yang Mengintai Tayang di Bioskop 7 Maret
Agni Pratistha menambahkan, bergabungnya di film ini karena dirinya mengaku sudah lama mendamba ingin bermain di film horor dan ingin menjajal berperan sebagai sosok setannya. Ketika kesempatan itu datang dari IDN Pictures, Agni pun menerimanya.
“Ketika diberikan naskahnya, dan dibaca, selalu ada tambahan baru tentang latar belakang cerita karakter dan secara keseluruhan filmnya. Ada keterhubungan satu sama lain yang membuatnya menjadi misterius,” sebut Agni.
Film Pasar Setan merupakan film panjang debut Wisnu Surya Pratama, diproduseri Susanti Dewi, dibintangi Audi Marissa, Roy Sungkono, Pangeran Lantang, Shindy Huang, Michelle Tahalea, Kiki Narendra, Epy Kusnandar, Fangtatis, Fajar Gomez, dan Agni Pratistha. Film Pasar Setan tayang di bioskop mulai 29 Februari 2024. (Z-8)
Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Data menunjukkan hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop.
Kehadiran cuplikan film The Devil Wears Prada 2 di YouTube pada Senin (2/2) langsung memicu antusiasme global, meraup hingga 4,2 juta penayangan hanya dalam waktu 13 jam pertama.
FILM Sunda Emperor merilis cuplikan perdana dan mengumumkan jajaran pemain, menghadirkan kisah yang dekat dengan budaya Sunda, itu adalah karya perdana rumah produksi Sapawave Films
Secara naratif, film Return to Silent Hill akan berpusat pada tokoh bernama James. Hidup James seolah berhenti berputar sejak ia kehilangan cinta sejatinya, Mary.
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved