Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WORKSHOP Festival Film Bulanan bertajuk "Menuju Film Komersil" kembali digelar. Kali ini kota Palu, Sulawesi Tengah menjadi lokasi diadakannya workshop yang berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober lalu. Kegiatan itu sebelumnya dilaksanakan di 7 kota, yaitu Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Mataram, Jambi, Medan, dan Pontianak.
Berbeda dengan workshop perfilman lainnya, Workshop "Menuju Film Komersil" bukan hanya berfokus pada pembuatan film, namun soal sineas lokal bisa produktif dan mampu menghasilkan karya film yang memiliki nilai komersil.
"Kita fokus memberi pembekalan literasi industri film komersil, sehingga ketika mereka menghasilkan karya, mereka bisa memaksimalkan dan menambah nilai karya tersebut, dengan begitu produktivitas akan meningkat dan akhirnya mereka bisa memperkuat ekosistem perfilman", ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangannya, Senin (23/10).
Workshop yang berlangsung selama 3 hari itu diikuti oleh 20 perwakilan komunitas film dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat yang karyanya mendapatkan nilai atau poin tertinggi dari pendaftaran Festival Film Bulanan Lokus 8 lalu.
Baca juga: 9 Rekomendasi Aplikasi Nonton Film, Nikmati Drakor hingga Film Hollywood Gratis!
Worskhop diisi oleh pelaku industri perfilman nasional, seperti Jeihan Angga (Sutradara), Abdul Manaf (Produser), Ratrikala Bhre Aditya (Editor), Ezra Tampubolon (Pengarah Artistik), Indra Agus Rahman (Pelaku Industri OTT), dan Redemptus Rangga (Founder & CEO Rangkai).
Materi yang diberikan meliputi produserial, desain produksi, film looks, budgeting dan manajemen produksi, penyutradaraan, post production, business plan dan selling, promosi dan distribusi.
Selain itu, Festival Film Bulanan juga memberikan kesempatan pitching dengan mempresentasikan ide film yang nantinya akan mendapatkan bantuan pendanaan produksi film.
Rahmi Salsabila, salah satu peserta dari Komunitas Storiestellar asal Makassar mengungkapkan pendapatnya terhadap workshop ini.
"Awalnya saya kalau bikin film yang saya pikirkan distribusinya hanya ke festival. Cuma setelah tiga hari ini, pikiran saya lebih terbuka ternyata distribusi film itu banyak, gak hanya ke festival," kata Rahmi.
Senada dengan Rahmi, peserta asal Palu, Nur Afni Eka Muslim dari Komunitas Celebest Film Production juga membagikan pendapatnya, "Di sini kita diajarkan, kalau punya karya jangan cuma untuk kita banggakan, tapi harus menghasilkan cuan. Jadi ini kesempatan yang sangat bagus untuk mendapatkan ilmu dari para pemateri hebat," ungkap wanita yang kerap di sapa Nuning tersebut.
Tak hanya dari peserta, tanggapan positif juga hadir dari salah satu pemateri workshop, yaitu Ratrikala Bhre Aditya.
Baca juga: Sandiaga Uno Apresiasi Sineas Muda Pemenang Festival Film Bulanan Lokus 8
"Cukup terkejut, karena bukan cuma teman-teman di Palu, tapi ada juga teman-teman di Makassar dan lainnya. Mereka cukup antusias dan mereka mau berbagi itu yang paling penting. Semoga teman-teman terus semangat dan enggak putus asa, karena membuat film bukan perjalanan yang pendek," tutur Bhre.
Sementara Mohammad Amin selaku Direktur Musik, Film dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili oleh Artadi, Subkoordinator Film, Direktorat Musik, Film dan Animasi dalam sambutannya mengungkapkan harapan terhadap workshop lokus 8 ini.
"Kami berharap dengan terselenggaranya Workshop Festival Film Bulanan Lokus 8 di Palu ini menjadi pemicu semangat dan menginspirasi sineas di Sulawesi agar lebih percaya diri, berani menggali dan mengeksplorasi nilai-nilai kearifan lokal yang universal dan potensi kreatif lokal yang dimiliki untuk diangkat menjadi cerita yang menarik dan relate dengan kehidupan dalam karya-karya filmnya sehingga berdampak pada munculnya gelombang baru karya-karya film yang unik, autentik dan berdaya saing tinggi untuk membangkitkan ekonomi kreatif di Indonesia”, tutupnya. (Z-6)
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Tiga perangkat terbarunya yakni Xiaomi Watch S4, Xiaomi OpenWear Stereo Pro, dan Xiaomi Smart Band 10 Glimmer Edition
Kehadiran Pagaehun menjadikan Icon Bali sebagai mal pertama yang menghadirkan konser publik artis K-Pop Korea di Bali.
Lebih dari dua dekade perjalanan memperlihatkan konsistensi Muchtar P Simanjuntak dalam membangun visi besar. Ia tidak pernah berhenti menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
HADIRKAN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Bank Infaq Amanah Banyumanik menggelar Workshop Baking Pizza dan Wingko Singkong bertajuk 'Berkah Melimpah Inovasi Komoditas Lokal'.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Relawan Kamie Muda Aceh menyalurkan sembako di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada 5–6 Januari 2026.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) menggelar bazar sembako murah serba Rp10.000 untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved