Sabtu 27 November 2021, 11:58 WIB

Pembuat Film The Flame Ungkap Kekuatan Film Dokumenter

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Pembuat Film The Flame Ungkap Kekuatan Film Dokumenter

ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira
Sutradara Arfan Sabran dan produser Gita Fara saat ditemui di Jakarta pada Jumat (26/11/2021).

 

PARA pembuat film The Flame atau judul Bahasa Indonesia Bara mengatakan film dokumenter memiliki kekuatan yang besar dalam menyampaikan sebuah topik dan pesan lebih luas, terutama soal isu lingkungan hidup.

"Menurut saya, film adalah medium yang paling kuat untuk membangun rasa, empati dan pengertian antara satu sama lain. Menurut saya, as a filmmaker, penting banget untuk angkat tema-tema seperti ini (isu lingkungan)," kata produser Gita Fara saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/11).

"Penting dan kuat sekali (bagi film) untuk membangun urgensi dan kepedulian orang-orang tentang climate crisis dan ketidakseimbangan yang tengah terjadi di bumi. Saya kira kita ada tanggung jawab untuk menyuarakan itu,"; lanjutnya.

Baca juga: Della Dartyan Mengaku Sempat Kesulitan Perankan Mentari di Akhirat: A Love Story

Menambahkan, sutradara Arfan Sabran mengatakan, penting baginya, sebagai sineas, untuk mampu menceritakan isu yang besar dengan gaya penceritaan yang personal, baik bagi pembuat maupun penonton filmnya.

"Dalam konteks produksi, adalah bagaimana kita bisa menceritakan secara personal saat mengangkat isu yang besar seperti ini. Bagaimana proses kreatif ini bisa menceritakan sesuatu yang begitu besar tapi juga terasa personal," ujar Arfan.

Lebih lanjut, pria yang juga menyutradarai film dokumenter Silent Blues of The Ocean (2016) itu mengatakan, film dokumenter yang personal adalah bahasa penceritaan yang paling universal, dan diharapkan bisa menjangkau banyak orang di dunia.

"Salah satu tugas saya adalah mengenalkan juga bagaimana film dokumenter itu sudah sangat berkembang. Ada creative documentary, hingga dokumenter yang dibawakan dalam format animasi," kata Arfan.

"Bagaimana medium ini sangat powerful untuk bisa menyampaikan isu dan pesan yang ingin kita sampaikan," tambahnya.

Sementara itu, The Flame mengisahkan sosok Iber Djamal, yang telah berjuang melawan deforestasi skala besar di sekitar desanya di hutan di Kalimantan selama beberapa dekade.

Namun, di usia 77 tahun, dan meskipun pengabdian yang tak tergoyahkan, perjuangan menjadi semakin ilusif dalam menghadapi rakus monster agribisnis.

Film ini terpilih menjadi Official Selection Visions du Reel, DMZ Docs 2021, BIFED 2021, dan nomine untuk kategori Film Fitur Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2021.

The Flame juga akan diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-16 bulan ini, dan akan ditayangkan pula di bioskop Indonesia, mulai 29 November. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Instagram @prinsamandagie

Prinsa Mandagie Sebut Lagu Hanya Singgah Berdasarkan Kisah Nyata

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 27 Januari 2022, 08:15 WIB
Prinsa menceritakan hubungannya dengan mantan kekasih berakhir begitu saja tanpa penjelasan. Hal inilah yang coba disampaikan Prinsa...
Instagram @hanungbramant

Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Pilih jadi Produser di Film Just Mom

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 27 Januari 2022, 08:00 WIB
Hanung mengatakan dirinya memilih menjadi produser adalah agar anak-anak muda yang baru terjun menjadi sutradara bisa fokus mendirect...
Instagram @soundwaveofficial_

Sing and Dance With Me, Single Pertama Soundwave di 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 27 Januari 2022, 07:45 WIB
Di single ketiga Soundwave itu, Jevin Julian dan Rinni Wulandari mengajak pendengar dan juga penggemar Soundwave untuk kembali merasakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya