Kamis 23 September 2021, 11:36 WIB

Johnny Depp Merasa Jadi Korban Cancel Culture di Hollywood

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Johnny Depp Merasa Jadi Korban Cancel Culture di Hollywood

AFP/ANDER GILLENEA
Aktor Johnny Depp

 

AKTOR Johnny Depp, Rabu (22/9), mengklaim dirinya menjadi korban cancel culture atas kurangnya dukungan komunitas Hollywood atas kariernya usai kalah dalam kasus pencemaran nama baik.

"Ini adalah situasi yang sangat kompleks, cancel culture ini, atau terburu-buru untuk menilai sesuatu," kata Depp saat tampil di konferensi pers Festival Film San Sebastian, dikutip dari The Hollywood Reporter, Kamis (23/9).

Aktor tersebut merujuk pada kekalahannya atas kasus pencemaran nama baik terhadap tabloid Inggris The Sun. Tabloid tersebut melabeli Depp sebagai pemukul istri terkait perlakuannya kepada mantan istrinya, Amber Heard.

Baca juga: Shang-Chi, Alasan Terbaik untuk Kembali ke Bioskop

Sejak saat itu, Depp mengeluh dan merasa dirinya diboikot oleh Hollywood karena film terbarunya Minamata harus berjuang untuk mendapatkan rilis di Amerika Serikat. 

Pada tahun lalu, ia juga batal terlibat dalam film Fantastic Beasts produksi Warner Bros.

Depp berpendapat fenomena cancel culture telah jauh di luar kendali dan memperingatkan bahaya di baliknya. Menurut Depp, satu tuduhan dapat menyebabkan kehancuran karier.

"Bukan hanya saya yang mengalami hal ini, ini terjadi pada banyak orang. Hal semacam ini telah terjadi pada perempuan dan laki-laki. Sayangnya, pada titik tertentu, mereka mulai berpikir bahwa itu normal. Padahal tidak," ujarnya.

Depp juga mengatakan kepada pers di festival bahwa Hollywood telah menjadi terlalu komersial untuk selera sinematiknya. Ia juga berpendapat Hollywood tampak meremehkan penonton.

"Dari sudut pandang saya, sebagai seseorang yang terlibat dalam penciptaan dan kolaborasi pembuatan film, berapa banyak lagi formula yang kita butuhkan dari studio seperti itu?" lanjutnya.

Depp, Rabu (22/9), menerima penghargaan Donostia Award dari Festival Film San Sebastian. Donostia Award merupakan penghargaan atas pencapaian seumur hidup untuk kontribusi bagi dunia film.

Sementara itu, kelompok feminis dan asosiasi industri film mengkritik keputusan festival untuk memberi penghargaan pada Depp, Agustus lalu.

Asosiasi sinematografer perempuan dan profesional audiovisual CIMA mengatakan keputusan itu adalah kesalahan dari sudut pandang etis.

Menanggapi kritik tersebut, direktur festival Jose Luis Rebordinos mengatakan penghargaan dari festival merupakan cerminan dari pencapaian sinematik Depp dan tidak terkait dengan kehidupan pribadinya.

"Peran festival film bukan untuk menilai perilaku anggota industri film," kata Rebordinos, Kamis (23/9). (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

16 Band Lolos Ke Semifinal TPJF International Online Jazz Competition

👤Widhoroso 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:01 WIB
KOMPETISI jazz bertajuk TPJF International Online Jazz Competition kini memasuki babak...
DOK MI.

Enam Syuting Maut dalam Tragedi Film Hollywood

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 19:35 WIB
Kita kembali teringat enam kecelakaan mematikan saat pembuatan film yang lain. Apa saja...
AFP/Angela Weiss.

Alec Baldwin Bunuh Wanita saat Syuting dengan Pistol Properti

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 14:19 WIB
The Santa Fe New Mexico menerbitkan foto-foto Baldwin dengan wajah tampak putus asa yang katanya diambil di tempat parkir set setelah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya