Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
AS It Was, film dokumenter Liam Gallagher akan segera dirilis akhir tahun ini. Raja Britpop 90-an itu akan menceritakan perjalanan kariernya mulai di Oasis hingga kembali bangkit sebagai penyanyi solo.
Siapa yang tidak kenal Oasis? Band top asal Inggris yang dimotori dua kakak-adik Liam dan Noel Gallagher ini memiliki lagu-lagu hits seperti Don’t Look Back In Anger, Wonderwall, dan What’s the Story Morning Glory.
Perjalanan Oasis berhenti karena perkelahian dua bersaudara itu setelah 18 tahun berkarya. Grup ini meninggalkan tujuh album dan tercatat sejarah sebagai salah satu band Inggris terbaik yang pernah ada.
“Baru saja melihat As it Was dan luar biasa. Kerja bagus untuk semua yang terlibat, siapa yang tidak sabar melihat si brengsek LG tampil,” tulis Liam melalui akun sosial medianya, menyatakan filmnya telah selesai tahap penggarapan.
Baca juga: Daniel Radcliffe Berharap Harry Potter Versi Lain
Film ini akan menceritakan perjalanan Liam Gallagher sepanjang kariernya sebagai musisi. Mulai dari ia bersama Oasis meraih banyak penghargaan hingga bubarnya band tersebut dan membuat ia dikucilkan, sampai pada titik terendah dalam kariernya sebagai musisi.
Charlie Lightening yang menyutradarai film ini merasa senang melihat respons Liam.
“Kita akan melihat Liam keluar dari bayang-bayang Noel. Dari sebuah grup band hingga mulai lagi sendiri, tanpa tempat untuk bersembunyi,” ucap Charlie yang melihat film ini akan menjadi sebuah karya yang menggugah emosi.
“Salah satu comeback dari bintang rock terbesar sepanjang masa dan Anda akan berada di sana, untuk menyaksikan setiap langkahnya,” lanjut Charlie.
Charlie sendiri adalah sutradara dan produser yang kerap membuat film pendek dan dokumenter.
Sebelumnya, Liam telah merampung satu album penuh As You Were pada 2017 lalu yang mungkin akan mengisi beberapa soundtrack film dokumenter ini. (Medcom/OL-2)
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved