Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mengintegrasikan Nilai Ekonomi Rabbani dan Digitalisasi: Peran GenBI sebagai Katalis Percepatan Menuju Indonesia Emas 2045

Lutfia Salsabila Putri Afifa, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, penerima Beasiswa Program Generasi Baru Indonesia (GenBI)
11/12/2025 13:00
Mengintegrasikan Nilai Ekonomi Rabbani dan Digitalisasi: Peran GenBI sebagai Katalis Percepatan Menuju Indonesia Emas 2045
Lutfia Salsabila Putri Afifa(DOK PRIBADI)

INDONESIA tengah berdiri di persimpangan jalan, antara memilih pertumbuhan konvensional, atau merangkul ekonomi berbasis nilai inklusif dan berkelanjutan? Pilihan sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Gubernur BI, Bapak Perry Warjiyo, pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) secara tegas menetapkan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) sebagai pilar sentral yang akan mengantarkan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. 

EKSyar bukan sekadar alternatif, melainkan mesin pertumbuhan baru yang berlandaskan nilai, yang secara fundamental mendukung tiga tujuan krusial yaitu inklusi ekonomi, inklusi keuangan, dan keuangan berkelanjutan. 

Agenda EKSyar ini didukung oleh tiga pilar strategis. Pertama, penguatan Halal Value Chain (HVC) sebagai sumber pertumbuhan yang adil dan berorientasi kemaslahatan. Kedua, optimalisasi Blended Finance melalui ZISWAF untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat unbanked. Dan ketiga, akselerasi digitalisasi EKSyar, memastikan Indonesia mampu bersaing secara global sambil menjamin distribusi nilai ekonomi yang setara dan beretika. Penerjemahan strategi ini diimplementasikan melalui sinergi enam program unggulan yang menyasar langsung ekosistem HVC dan komunitas di seluruh Indonesia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Bank Indonesia berkolaborasi dengan kementerian, lembaga dan berbagai mitra strategis meluncurkan serangkaian program unggulan yang mencerminkan sinergi implementasi. Program-program ini dirancang untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional yang mandiri dan inklusif. 

Program-program tersebut, di antaranya ialah sebagai berikut: GERBANG SANTRI (Gerakan Pengembangan Pesantren dan Rantai Nilai Halal) dan JAWARA Ekspor (Jaringan Wirausaha Syariah Mendorong Ekspor) fokus pada penguatan sektor riil HVC dan perluasan pasar global, secara langsung mendorong Inklusi Ekonomi. 

Sementara itu, GEMA HALAL (Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal) memastikan kepatuhan dan etika produk, sejalan dengan prinsip Keuangan Berkelanjutan. Aspek Inklusi Keuangan diakselerasi melalui SAPA SYARIAH (Sinergi Perdagangan dan Pembiayaan Syariah) yang menghubungkan UMKM ke pembiayaan komersial, dan KANAL ZISWAF (Kolaborasi Nasional Pengembangan ZISWAF) yang mengoptimalkan dana sosial sebagai blended finance untuk pemerataan ekonomi. Semua program ini dilingkupi oleh LENTERA EMAS (Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah menuju Indonesia Emas) sebagai landasan peningkatan pemahaman masyarakat.

Namun, keberhasilan implementasi ini tidak hanya terletak di kantor pusat melainkan di lapangan, tempat Generasi Baru Indonesia (GenBI) memiliki peran dan kesempatan yang sangat besar sebagai frontliners sekaligus komunikator Ekonom Rabbani Bank Indonesia. 

GenBI adalah aktor kunci yang menjembatani cetak biru kebijakan BI dengan realitas di masyarakat (jantung umat). Mereka adalah agen pelaksana utama dalam program-program sinergi BI. Dalam LENTERA EMAS, mereka adalah garda depan literasi EKSyar, mampu menjelaskan konsep keuangan syariah dan ZISWAF dengan basis keilmuan yang kuat. 

Lebih dari itu, GenBI bertindak sebagai enabler digital dan bisnis bagi UMKM Pesantren di bawah program GERBANG SANTRI, membantu standardisasi bisnis halal. Posisi mereka juga krusial dalam program KANAL ZISWAF, ketika pengetahuan ekonomi sosial Islam mereka dimanfaatkan untuk merancang model wakaf produktif yang efektif dan berkelanjutan, memastikan dana sosial benar-benar mendukung Inklusi Ekonomi masyarakat kurang mampu. 

Peran frontliners ini, diperluas ke sektor digitalisasi pembayaran, GenBI menjadi komunikator utama yang mengedukasi UMKM dan pesantren untuk mengadopsi kanal pembayaran non-tunai, seperti QRIS, yang sejalan dengan prinsip falah dan maslahah

Selain fokus pada Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang berbasis pada kebijakan kelembagaan regional, Bank Indonesia menyadari bahwa aset terbesarnya dalam agenda digitalisasi dan inklusi adalah Generasi Baru Indonesia (GenBI) itu sendiri. 

Mengingat dominasi Gen Z dalam struktur demografi, GenBI memiliki potensi dan pengaruh yang tidak kalah besar. Bahkan di beberapa aspek lebih dinamis, dibandingkan program P2DD baik di tingkat pusat maupun daerah. GenBI membawa soft power berupa literasi digital dan keuangan syariah langsung ke masyarakat, melengkapi hard policy P2DD. 

Dengan demikian, BI memiliki dua mesin kembar untuk transformasi: satu berbasis tata kelola regional (P2DD), dan satu berbasis komunitas pemuda yang masif dan berpengaruh (GenBI), memastikan akselerasi adopsi digitalisasi berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Pada akhirnya, dukungan penuh terhadap Generasi Baru Indonesia (GenBI) melampaui sekadar program pembinaan; ini adalah investasi strategis pada fondasi ekonomi yang berkah, adil, dan berdayatahan. Merekalah para Ekonom Rabbani Muda yang berhasil mengintegrasikan kecerdasan teknologi era digital dengan etika Islam, menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan. 

Dengan peran vital GenBI sebagai frontliners kebijakan Bank Indonesia, akselerasi menuju Indonesia Emas 2045 tidak lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dipercepat. GenBI bukan hanya merealisasikan Indonesia Emas dan mengomunikasikan kebijakan, tetapi secara nyata telah membuktikan diri sebagai energi untuk negeri. 

Kita yakin, dengan sinergi ini, Indonesia akan mencapai puncak kejayaan ekonomi lebih cepat dari yang ditargetkan, didukung oleh pertumbuhan yang kokoh, inklusif, dan penuh berkah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya