Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG antara tentara Azerbaijan dan pasukan Armenia kembali berkecamuk di Nagorno-Karabakh, wilayah yang disengketakan. Setidaknya 95 orang dilaporkan tewas ketika dua negara bekas pecahan Uni Soviet itu saling serang sejak Mingu (27/9). Perebutan wilayah selama tiga dekade tersebut merupakan salah satu konflik tertua di dunia.
Nagorno-Karabakh yang terletak di perbatasan Azerbaijan dan Armenia dengan luas 4.400 kilometer persegi merupakan pemicu utama konflik kedua negara. Daerah itu merupakan wilayah pegunungan di Kaukasus Selatan yang secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan sejak lepas dari Republik Soviet, tetapi ditinggali mayoritas etnik Armenia. Perang pecah di awal 1990-an, sedikitnya 30 ribu orang tewas dalam pertempuran tersebut.
Meski pada 1994 Azerbaijan dan Armenia akhirnya melakukan gencatan senjata yang dimediasi Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis, bentrokan antara kedua negara masih sering meletus. Pada 2016, terjadi pertempuran hebat yang menyebabkan sekitar 110 orang tewas di kedua belah pihak.
Dendam kesumat kedua negara kembali pecah pekan ini. Jual-beli tembakan tank dan artileri memerahkan langit Kaukasus Selatan. Otoritas Karabakh melaporkan puluhan orang tewas, di antaranya warga sipil termasuk seorang perempuan dan anaknya. Lusinan orang terluka serta ratusan orang mengungsi dan sebagian menempati bungker bawah tanah.
Atas insiden tersebut, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan kepada rakyatnya bahwa negara dalam keadaan perang dan darurat militer diberlakukan di beberapa wilayah Azerbaijan. Begitu pun Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengumumkan darurat militer dan memobilisasi warga laki-lakinya untuk maju ke medan pertempuran.
Bahkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan langsung bereaksi dengan menjanjikan dukungan Azerbaijan untuk melawan Armenia yang dianggapnya sebuah tindakan invasi dan kejam kendati Turki diduga mengincar kekayaan minyak yang dimiliki Azerbaijan. Rusia secara historis hampir pasti akan membela Armenia karena pangkalan militernya berada di pesisir negara tersebut. Sejumlah pihak mengkhawatirkan kepentingan Turki dan Rusia atas konflik di Nagorno-Karabakh akan terulang kembali seperti di Suriah, yang sampai saat ini perang masih membara.
Memanasnya konfl ik di Kaukasus Selatan meresahkan banyak negara karena dapat mengganggu pasar minyak dunia. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan koridor pipa yang membawa minyak dan gas alam dari Laut Kaspia ke pasar dunia. Jaringan pipa yang mendistribusikan gas alam dari Azerbaijan ke dunia melewati wilayah perang Nagorno-Karabakh.
Simak kronologi lengkap serangan drone di Bandara Internasional Nakhchivan Azerbaijan (5 Maret 2026) yang memicu ketegangan tinggi di wilayah Kaukasus.
IRAN menyebut bahwa Israel di balik serangan drone terhadap Azerbaijan. Kantor berita Iran, IRNA melaporkan Israel memiliki riwayat melakukan operasi semacam itu untuk timbulkan perpecahan
Menlu Iran Abbas Araghchi bantah serang Azerbaijan. Ia tuding Israel dalangi serangan drone di Bandara Nakhchivan untuk merusak hubungan Teheran dengan tetangga.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, pemerintah Azerbaijan mengatakan dua drone dari Iran mendarat di wilayah Nakhchivan, salah satunya mengenai gedung bandara.
Azerbaijan kecam serangan drone Iran yang hantam Bandara Internasional Nakhchivan. Dua orang terluka dalam serangan ke fasilitas sipil tersebut. Baku ancam balas dendam.
Putin mengatakan kepada Aliyev bahwa dua rudal antipesawat Rusia meledak beberapa meter dari sebuah pesawat penumpang Azerbaijan Airlines, menewaskan 38 orang di dalamnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved