Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Donasi Pakaian Bisa Kurangi Limbah Tekstil

 Gana Buana
10/3/2026 22:33
Donasi Pakaian Bisa Kurangi Limbah Tekstil
Seorang pengunjung mengikuti program Hari Raya Clothing Donation Collection dari Uniqlo Indonesia.(MI/Gana Buana)

PERUSAHAAN ritel fesyen Uniqlo menggelar kampanye donasi pakaian selama Ramadan melalui program Hari Raya Clothing Donation Collection. Kampanye ini mengajak masyarakat menyortir pakaian yang sudah tidak terpakai agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak yang membutuhkan.

Sustainability Lead Uniqlo Indonesia, Michelle Secoa, mengatakan kampanye ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap praktik circular fashion, yakni memperpanjang masa pakai pakaian sekaligus mengurangi limbah tekstil.

“Kami melihat mindful decluttering bukan hanya sebagai kampanye musiman, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami terhadap circular fashion, dengan mengurangi limbah tekstil sekaligus mendorong kebiasaan konsumsi yang lebih bijak,” ujar Michelle saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/2).

Dalam program ini, Uniqlo menyediakan recycle box di seluruh toko mereka untuk menampung pakaian layak pakai dari masyarakat. Konsumen cukup membawa pakaian yang sudah dicuci dan menaruhnya di kotak donasi yang tersedia, tanpa harus melakukan pembelian.

“Pengunjung cukup datang ke toko Uniqlo dan langsung menaruh pakaian di kotak yang tersedia. Tidak perlu membeli apa pun, tetapi kami mengingatkan agar pakaian yang disumbangkan sudah dicuci terlebih dahulu,” kata Michelle.

Pakaian yang terkumpul nantinya akan disortir kembali untuk memastikan kelayakan pakai. Pakaian yang masih bersih dan tidak rusak berat akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Untuk proses distribusi, Uniqlo kembali bekerja sama dengan Human Initiative.

Menurut Partnership Human Initiative, Anisa Zulhaida, kolaborasi selama lima tahun terakhir telah menyalurkan lebih dari 14 ribu pakaian baru dan 20 ribu pakaian bekas kepada lebih dari 11 ribu penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

“Tahun lalu sekitar 1.500 penerima manfaat diundang ke toko Uniqlo yang disulap seperti bazar pakaian. Mereka bisa memilih sendiri pakaian yang dibutuhkan, dengan batas maksimal empat potong per orang,” ujar Anisa.

Rencananya, distribusi pakaian hasil donasi tahun ini akan dilaksanakan pada Mei 2026, dengan lokasi yang masih akan ditentukan.

Selain menyalurkan pakaian layak pakai, Uniqlo juga akan memanfaatkan pakaian yang tidak layak pakai melalui proses recycle atau upcycle agar tetap dapat digunakan kembali dalam bentuk lain.

Di sisi lain, Uniqlo juga menyediakan layanan Re.Uniqlo Studio di sejumlah gerai, yaitu di Grand Indonesia, Senayan City, dan Kelapa Gading. Layanan ini memungkinkan pelanggan memperbaiki atau memodifikasi pakaian lama melalui tiga jenis layanan, yakni repair, remake, dan  .

Repair mencakup perbaikan sederhana seperti mengganti kancing atau risleting, sementara remake memungkinkan pelanggan menambahkan bordir untuk memberikan sentuhan personal pada pakaian. Adapun sashiko merupakan teknik sulam tradisional Jepang yang digunakan untuk memperbaiki sekaligus menghias kain.

Menurut Michelle, layanan perbaikan justru paling banyak diminati pelanggan. “Kebanyakan yang datang untuk repair, terutama di toko yang banyak dikunjungi pekerja kantoran,” katanya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Uniqlo berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola pakaian yang dimiliki, baik dengan mendonasikan, memperbaiki, maupun mendaur ulangnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya