Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Dorong Percepatan Investasi Industri, HKI Apresiasi Satgas De-Bottlenecking

Naufal Zuhdi
02/4/2026 12:48
Dorong Percepatan Investasi Industri, HKI Apresiasi Satgas De-Bottlenecking
Pekerja menyelesaikan proses pemotongan pipa gas di pabrik produksi pipa gas PT Dwi Sumber Arca Waja Kura di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2026).(Antara)

HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan apresiasi atas langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) De-Bottlenecking guna mengatasi berbagai hambatan investasi di Tanah Air.

HKI menilai pembentukan satgas tersebut sebagai terobosan strategis untuk mempercepat realisasi investasi nasional, terutama dalam menjawab kendala yang selama ini dihadapi pelaku usaha, mulai dari persoalan administratif hingga praktik yang merugikan investor.

“Kehadiran Satgas ini akan menjadi katalis dalam menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif,” kata Ketua Umum HKI, Akhmad Maruf Maulana, dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (2/4).

Di tengah dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian ekonomi dunia, HKI memandang kondisi ini sebagai peluang bagi Indonesia untuk menarik relokasi industri global.

Menurut HKI, tren diversifikasi rantai pasok global harus dimanfaatkan secara optimal dengan memastikan kesiapan kawasan industri yang kompetitif. Hal ini mencakup ketersediaan infrastruktur, kepastian regulasi, serta proses perizinan yang cepat dan efisien.

Namun demikian, HKI menyoroti masih adanya sejumlah hambatan struktural, khususnya di tingkat daerah. Beberapa di antaranya meliputi perizinan yang berbelit, ketidaksinkronan antarinstansi, keterlambatan layanan administratif, hingga ketidakpastian tata ruang.

Ma’ruf menekankan pentingnya menjaga integritas dalam implementasi kebijakan investasi. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik yang menghambat proses investasi, termasuk penyalahgunaan nama pemerintah atau Presiden, sehingga iklim investasi tetap kondusif.

“Masih terdapat berbagai hal dalam proses investasi yang perlu menjadi perhatian dan penyempurnaan bersama guna menjaga persepsi dan kepercayaan investor,” ujarnya.

Maruf juga menilai Indonesia perlu mengubah pendekatan dalam menghadapi ketidakpastian global dengan bersikap lebih proaktif dan adaptif.

“Di tengah berbagai hambatan, selalu ada peluang. Kondisi geopolitik saat ini harus kita jadikan momentum untuk berbenah sekaligus mempercepat langkah dalam menarik investasi global. Kuncinya adalah kecepatan eksekusi, kepastian regulasi, dan keberanian membereskan hambatan di lapangan,” tegasnya.

HKI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah guna memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif, sekaligus memperkuat peran kawasan industri sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya