Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Emiten distribusi alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menutup tahun buku 2025 dengan pertumbuhan kinerja keuangan moncer. Perseroan membukukan pendapatan Rp1,1 triliun, meningkat 12,55% daripada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini diikuti kenaikan laba bersih menjadi Rp65,53 miliar, tumbuh 23,03% (YoY), dengan margin laba bersih 5,96%. Selain itu, laba per saham atau earning per share (EPS) tercatat naik 20,13% daripada periode sama pada tahun lalu.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menyampaikan capaian ini merupakan hasil strategi ekspansi pada berbagai lini usaha yang disertai pengendalian biaya operasional secara efisien.
Menurutnya, pertumbuhan pada 2025 menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri kesehatan. Heru mengatakan kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis serta menjaga efisiensi operasional.
IRRA, kata dia, berfokus pada penyediaan solusi kesehatan yang relevan dengan tren medis saat ini sehingga mampu berkontribusi margin bagi perusahaan tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi layanan kesehatan nasional.
Ia mengatakan untuk mendukung pengembangan usaha berkelanjutan, hingga akhir 2025 perseroan menuntaskan berbagai investasi strategis yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.
Langkah ini mendorong total aset perseroan melonjak 46,65% jadi Rp2,43 triliun, yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan. Ekspansi tersebut juga memperluas jangkauan layanan IRRA, yakni jumlah jaringan distribusi tumbuh 18,5% menjadi 2.504 titik di seluruh Indonesia.
Ia menambahkan secara sektoral kinerja perseroan didukung kontribusi dari beberapa lini usaha utama, meliputi segmen in vitro diagnostics sebesar Rp693,48 miliar dan alat kesehatan elektronik medik steril sebesar Rp347,94 miliar.
Kemudian, lini alat kesehatan non elektronik medik steril menyumbang Rp52,88 miliar dan produk kesehatan lainnya sebesar Rp5,91 miliar. Ia menegaskan capaian tiap segmen ini dipengaruhi tingginya permintaan pasar serta keberhasilan perseroan dalam memperluas portofolio bisnis baru yang berkontribusi positif pada pendapatan keseluruhan.
Ia menjelaskan penguatan investasi pada 2025 sebagai langkah terencana untuk meningkatkan kapasitas logistik, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan market share secara signifikan. "Kami menilai penguatan kapabilitas strategis ini menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan alat kesehatan pada pasar secara lebih luas dan cepat."
"Ke depan, kami akan fokus meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial dan memastikan setiap tahapan ekspansi mampu berkontribusi stabil bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," tutup Heru.(H-2)
Ketidakakuratan dokumen teknis saat ini menjadi kendala terbesar bagi pelaku industri dalam memenuhi standar regulator.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah cepat sektor swasta dalam membantu mempercepat pemulihan fasilitas publik di daerah bencana.
Pendekatan yang bersifat administratif-finansial ini membuat sistem kesehatan menjadi reaktif.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved