Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi, Fokus PLTS hingga Konversi Motor Listrik

Naufal Zuhdi
01/4/2026 17:02
 Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi, Fokus PLTS hingga Konversi Motor Listrik
ilustrasi.(MI)

PEMERINTAH tengah menyiapkan langkah lebih terstruktur dalam menghadapi dinamika energi global melalui pembentukan satuan tugas (taskforce) transisi energi. Upaya ini diarahkan untuk merespons potensi kenaikan harga BBM dan tantangan impor energi.

Sekretaris Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harris, mengungkapkan pembentukan satgas tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Bapak Presiden menyampaikan untuk membentuk taskforce energi transisi yang diharapkan bisa merespons lebih terstruktur terhadap kondisi global saat ini, di mana harga BBM diperkirakan akan naik dan juga terdapat tantangan dalam impor,” ujarnya pada acara Forum Diskusi Denpasar 12 yang digelar secara daring, Rabu (1/4).

Ia menambahkan, satgas yang diketuai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia itu akan berfokus pada tiga program utama.

Pertama, percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target kapasitas hingga 100 gigawatt. Saat ini, pemerintah tengah melakukan pembahasan intensif untuk merealisasikan program tersebut.

“Bagaimana kita meningkatkan program PLTS 100 giga ini bisa diselesaikan, saat ini sedang dalam proses dan pembahasan,” jelas Harris.

Kedua, pemerintah akan mendorong konversi kendaraan roda dua berbasis BBM menjadi kendaraan listrik. Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya konsumsi BBM dari sektor transportasi, khususnya sepeda motor.

“Kalau kita mencatat, saat ini ada sekitar 140 juta motor berbasis BBM di Indonesia. Konsumsinya sangat besar, sehingga perlu upaya untuk mengurangi ketergantungan tersebut,” katanya.

Ketiga, penguatan program biofuel, termasuk implementasi biodiesel B50 untuk solar serta pengembangan campuran etanol seperti E10 untuk bensin. Selain itu, pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan berkelanjutan juga terus didorong.

“Untuk biofuel, kita menuju B50 untuk diesel, kemudian E10 untuk bensin, serta sustainable efficient fuel yang terus ditingkatkan pemanfaatannya. Secara komersial, ini juga sudah pernah diterapkan dan secara teknis berjalan aman,” jelasnya.

Menurut Harris, kombinasi kebijakan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM fosil di tengah ketidakpastian global. (Fal/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya