Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Jadi Tenaga Pemasar, Alternatif Usaha Minim Modal yang Kian Dilirik

Heryadi
29/3/2026 17:24
Jadi Tenaga Pemasar, Alternatif Usaha Minim Modal yang Kian Dilirik
Pada ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025, tenaga pemasar Prudential Syariah meraih enam penghargaan, termasuk kategori The Best of The Best Sharia Agent.(Dok.Istimewa)

KEINGINAN memulai usaha kerap terkendala keterbatasan modal. Biaya operasional seperti sewa tempat, stok barang, hingga promosi membuat sebagian orang menunda langkah. Di tengah kondisi tersebut, profesi tenaga pemasar dinilai menjadi salah satu alternatif usaha dengan risiko relatif rendah dan fleksibilitas tinggi.

Salah satu pelaku di bidang ini, Raka Rosadi Putra, mengaku memilih jalur tenaga pemasar setelah mempertimbangkan berbagai opsi usaha. “Saya cari yang risikonya cukup rendah, tapi tetap punya potensi profit. Dari beberapa opsi, Prudential Syariah itu awalnya pilihan terakhir. Tapi setelah saya eliminasi berdasarkan risiko dan peluangnya, justru ini yang paling ideal dan worth it buat saya,” ujarnya.

Secara demografis, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan kewirausahaan. Jumlah Generasi Z mencapai sekitar 74,93 juta jiwa dan milenial 69,38 juta jiwa, yang mendominasi usia produktif. Namun, Kementerian UMKM mencatat rasio kewirausahaan nasional pada 2025 baru mencapai 3,29%, sehingga diperlukan lebih banyak akses peluang usaha bagi masyarakat.

Profesi tenaga pemasar dinilai sejalan dengan semangat kewirausahaan. Selain fleksibel, pekerjaan ini tidak membutuhkan modal besar. Tenaga pemasar juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya di sektor asuransi.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,42%, sementara inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41 persen. Data ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah, sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih intensif.

Di industri asuransi, tenaga pemasar tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga membantu masyarakat dalam merencanakan keuangan dan memahami risiko. Peran ini dinilai penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan.

Peluang profesi ini juga tercermin dari capaian industri. Pada ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025, tenaga pemasar Prudential Syariah meraih enam penghargaan, termasuk kategori The Best of The Best Sharia Agent.

Raka mengaku telah menekuni profesi ini secara penuh sejak 2022 dan menangani berbagai klaim nasabah dengan nilai hingga ratusan juta rupiah. “Saya pernah mendampingi peserta dengan klaim sampai Rp500 juta, dan total klaim yang saya tangani sekarang sudah mencapai miliaran rupiah,” katanya.

Menurutnya, kunci utama dalam profesi tenaga pemasar bukan pada besarnya modal, melainkan konsistensi dalam membangun jaringan dan meningkatkan kapasitas diri. “Tanya dulu, punya mimpi atau tidak, dan mau capainya bagaimana. Kalau masih ragu, kosongkan gelas—giat belajar dan lihat peluang dari sudut pandang baru,” ujarnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya