Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Dari Keterbatasan ke Tanah Suci, Perjalanan Siti Patimah Azzahra Bersama PNM

Insi Nantika Jelita
26/3/2026 21:38
Dari Keterbatasan ke Tanah Suci, Perjalanan Siti Patimah Azzahra Bersama PNM
Siti Patimah Azzahra bersama dengan UMKM binaannya.(Dok.PNM)

BAGI Siti Patimah Azzahra, hidup sejak awal adalah tentang perjuangan. Lahir dari keluarga sederhana, ia tumbuh dengan pemahaman bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah. Namun justru dari keterbatasan itulah, ia belajar satu hal penting yang kini menjadi pegangan hidupnya hidup tidak ada yang sempurna, belajarlah bersyukur.

Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Saat menempuh pendidikan, Siti sempat berada di titik terendah. Ia harus bertahan dengan kondisi finansial yang terbatas, menyelesaikan skripsi yang tak kunjung rampung, dan menghadapi tekanan hidup seorang diri.

Situasi semakin sulit ketika ancaman mutasi pekerjaan ke lokasi yang jauh dari kampus menghampiri sebuah kondisi yang nyaris menggagalkan mimpinya untuk lulus tepat waktu.

Namun, di tengah situasi tersebut, harapan datang di waktu yang paling dibutuhkan. Pada April 2017, Siti resmi bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM). Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mendapatkan pekerjaan yang lokasinya dekat dengan kampus dan tempat tinggalnya, sebuah kemudahan yang ia yakini sebagai jawaban atas doanya.

Siti akhirnya mampu menyelesaikan kuliahnya dan wisuda tepat waktu. Tak berhenti di sana, kerja kerasnya langsung berbuah manis. Di tahun yang sama, ia terpilih sebagai salah satu best employee atau karyawan terbaik. Dari ribuan karyawan, hanya sekitar 60 orang yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan penghargaan ke Jakarta. Perjalanan itu menjadi sangat bermakna bagi Siti.

Itu adalah kali keduanya menginjakkan kaki di Jakarta. Pertama kali, ia datang saat masih kecil bersama sang ayah. Kini, ia kembali dengan cerita yang berbeda, sebagai sosok yang berhasil menjemput prestasinya sendiri. Bagi Siti, perjalanan tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan simbol bahwa masa lalu tidak membatasi masa depan.

IBADAH UMROH
Tahun 2018 menjadi babak yang lebih besar dalam hidupnya. PNM memberinya kesempatan menunaikan ibadah umroh untuk pertama kalinya. Di saat yang sama, ia juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Manager Regional Mekaar (MRM). Kepercayaan itu menjadi titik penting yang menandai bahwa perjuangannya selama ini tidak sia-sia.

Kini, Siti masih mengemban amanah sebagai MRM Serang 1, berperan aktif dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar. 

Perjalanan pengabdiannya terus berlanjut, dan dedikasinya kembali mendapatkan apresiasi. Pada 2024, ia kembali menerima reward umroh kedua atas kinerjanya selama 2023 sebuah pencapaian yang dahulu bahkan tak pernah ia bayangkan.

JENJANG MAGISTER
Tak hanya itu, pada 2025, Siti melangkah lebih jauh dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), sebuah kesempatan yang juga difasilitasi oleh PNM. Bagi Siti, perjalanan hidupnya adalah rangkaian pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan.

“Dalam setiap fase hidup, selalu ada tantangan yang membuat kita hampir menyerah. Tapi saya percaya, selama kita terus berusaha dan bersyukur, akan selalu ada jalan yang dibukakan,” ungkapnya.

Kisah Siti Patimah Azzahra menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dari seorang anak sederhana yang hampir kehilangan harapan, kini ia berdiri sebagai sosok yang tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan bagi banyak orang di sekitarnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya